6 Aksi 'Balas Dendam' Korban Pemotongan Kelamin Abdul Muhyi ke NN

6 Aksi 'Balas Dendam' Korban Pemotongan Kelamin Abdul Muhyi ke NN

Rachmadin Ismail - detikNews
Senin, 27 Mei 2013 12:36 WIB
6 Aksi Balas Dendam Korban Pemotongan Kelamin Abdul Muhyi ke NN
Jakarta - NN (22) sudah menceritakan panjang lebar alasannya memotong kelamin Abdul Muhyi (21). Namun rupanya sang korban punya versi cerita sendiri. Bahkan, dia siap 'membalas dendam' dengan cara berikut ini.

Dalam pengakuannya ke polisi, Abdul menceritakan kronologi kejadian saat berduaan dengan NN. Dia tak terima disebut melakukan pemaksaan saat berhubungan badan.

Berikut enam aksi perlawanan Abdul terkait pengakuan NN:

Bantah Memaksa Bersetubuh

Dalam wawancara dengan majalah detik, Abdul mengaku tidak pernah memaksa NN bersetubuh. Bahkan, keduanya tidak pernah benar-benar berhubungan intim.

"Saya masih punya iman, saya tidak mau merusak keperawanan dia,” sambungnya.

Abdul menantang dilakukan visum untuk membuktikan bahwa ia tidak pernah memerkosa NN.

NN Tak Mau Pulang

Abdul Muhyi punya versi cerita sendiri soal kronologi kejadian sebelum pemotongan kelamin. Ia mengisahkan bertemu dengan NN di depan Universitas Pamulang. Abdul lalu mengajak NN jalan-jalan. Ia awalnya berjanji mengajak jalan-jalan NN hingga pukul 22.00 WIB.

"Awalnya sih ketemuan di depan Unpam. Ketemuan intinya. Mau ke mana nih? Ya sudah ke mana saja kata dia. Saya ajak jalan. Terus kata saya ya sudah jalan saja tapi jangan malam-malam ya nanti kamu juga takut dicariin. Pukul 22.00 WIB saja ya," ungkap Abdul.

Namun, kata Abdul, NN menolak. Ia ingin lebih lama berdua dengan Abdul.

"Nggak. Saya mau sampai pagi biar puas sama kamu. Ntar kamu dicariin. Nggak apa-apa nggak akan dicariin," ujar Abdul menirukan ucapan NN.

Abdul dan NN kemudian menuju kawasan Parung, Bogor. Di lokasi itu, Abdul mengaku tidak berhubungan badan dengan NN.

Abdul Dendam dan Merasa Difitnah

Abdul Muhyi dendam karena kelaminnya dipotong NN. Ia sulit membuka pintu maaf untuk NN.

Ia merasa difitnah oleh NN. "Dendamlah. Sudah difitnah, dianiaya juga," katanya.

Dendam Abdul ini terjadi karena kini dia harus buang air kecil menggunakan selang. Alat reproduksinya pun terganggu.

Menolak Menikah dengan NN

Keluarga NN telah mendatangi kediaman Abdul Muhyi di Serua, Bojongsari, Depok, menawarkan pernikahan sebaggai jalan damai. Tawaran ini ditolak oleh pihak keluarga Abdul.

"Ya pada prinsipnya keluarga Abdul Muhyi khawatir kalau bentuk pertanggungjawabannya adalah dinikahkan, nanti kalau habis nikah terus besoknya cerai gimana? Kan bisa saja," jelas kuasa hukum Abdul Muhyi, Zaenal Abidin.

Keluarga Abdul tetap mengupayakan agar proses hukum berjalan dengan semestinya. Keluarga Abdul menuntut hukuman seberat-beratnya kepada NN yang telah memotong kelamin Abdul Muhyi.

Hingga saat ini pihak keluarga Abdul masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. Setelah polisi selesai melakukan penyelidikan, keluarga Abdul berharap NN dapat segera masuk persidangan.

Berhubungan Mau Sama Mau

NN sempat menyebut sakit hati karena dipaksa berhubungan intim oleh Abdul Muhyi. Karena itu, dia tega memotong kelamin Abdul. Versi Abdul, hubungan yang hanya 'nempel' itu atas dasar mau sama mau.

"Ya sama-sama maulah," jawab Abdul yang menyesal sekali bertemu dengan NN ini.

"Sebenernya iya terakhirnya. Cuma kan (saya) nggak maksa dia. Itu juga kemauan dia juga yang ngajakin," ujar Abdul.

NN Suka SMS Vulgar

Abdul Muhyi sudah mampu mengingat kejadian secara detail dan membantah pengakuan NN. Muhyi justru menyatakan bahwa NN yang sering mengajaknya melakukan hubungan intim melalui pesan singkat.

"Tidak ada itu Muhyi memperkosa NN. Kalaupun saat itu mereka melakukan hubungan intim, itu dilakukan atas suka sama suka. Tidak benar Muhyi melakukan pemerkosaan, buktinya apa? Justru si NN itu yang kalau SMS suka mengarah ke situ. Ya misal 'eh kalo kita ketemuan, kita nganu ya, gitu," kata Zaenal saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (25/5/2013).

"Lagian Muhyi ini kan anak pesantren, jadi tidak mungkinlah sampai memperkosa di masjid. Jadi ceritanya waktu itu NN tidak mau diajak pulang, padahal sudah azan subuh. Nah si NN bilang kalau baru mau diajak pulang setelah diperlihatkan kelamin Muhyi. Nah saat itulah dipotong kelamin Muhyi," sambungnya.
Halaman 2 dari 7
(mad/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini