Gobel-SBY Bicara Perindustrian

Gobel-SBY Bicara Perindustrian

- detikNews
Sabtu, 16 Okt 2004 17:48 WIB
Jakarta - Jika Marie Pangestu diajak ngobrol soal perdagangan oleh SBY, maka Rahmat Gobel fokus pada masalah perindustrian."Di dalam lebih banyak bertukar pikiran tentang pengembangan bidang industri. Tapi sama sekali tidak ada pembicaraan tentang posisi di kabinet," kata Rahmat Gobel usai menjalani "tes" di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Sabtu (16/10/2004).Menurut bos kelompok Gobel ini, kondisi ndustri nasional pasca krisis tergolong oke-oke saja. Namun dalam lingkup global, sebenarnya jauh tertinggal dibanding negara Asia lainnya.Pemikiran Rahmat soal industri nasional yaitu perlunya konsolidasi bidang perindustrian yang nmenitikberatkan bidang SDA, padat karya, dan padat modal. Industri padat karya yang perlu dikembangkan antara lain, bidang kerajinan tangan, tekstil dan makanan. "Pertumbuhannya perlu dipercepat sebagai sarana menyerap tenaga kerja," kata Rahmat.Sedangkan padat modal bidang otomotif dan elektronik, perlu dikembangkan untuk orientasi pasar ekspor. Tujuannya, memacu tumbuhnya industri penyokong, produser komponen elektronik maupun otomatif yang berkualitas internasional.Hal lainnya, meningkatkan ekspor produk sumber daya alam (SDA) berupa barang setengah jadi dan jadi, bukan lagi bahan mentah seperti sekarang ini. "Kalau terus-terusan barang mentah, nanti lama-lama kita nggak punya apa-apa," alasan Rahmat.Ditanya tentang pemisahan Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan, Rahmat tak mempermasalahkannya. "Tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan karena memang tujuannya agar lebih fokus di bidang masing-masing. Namun yang dibutuhkan adalah koordinasi antara kedua departemen dan lintas departemen lainnya. Kalau perindustrian koordinasinya dengan departemen keuangan, kehutanan, dan pertambangan," papar Rahmat Gobel. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads