SBY-Marie Diskusi Perdagangan
Sabtu, 16 Okt 2004 17:06 WIB
Jakarta - Bagaimana hasil "tes" SBY kepada Marie Elka Pangestu? Yang jelas, materi "ujian" adalah soal perdagangan.Usai bertemu SBY di kediamannya Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Sabtu (16/10/2004), ekonom dari CSIS ini menyatakan persetujuannya atas rencana SBY untuk memisahkan Departemen Perindustrian dengan Departemen Perdagangan. Alasannya, perdagangan cakupannya lebih luas dibanding industri sehingga membutuhkan konsentrasi tersendiri untuk meningkatkan ekspor semua produk Indonesia."Masuk akal kalau itu dipisahkan. Saya setuju," kata Marie yang datang dengan menumpang taksi ini.Dalam diskusinya dengan SBY, materi yang dibahas yakni isu yang berkaitan dengan keahliannya yaitu masalah perdagangan, baik dalam negeri maupun interasional serta hal-hal yang akan dilakukan berkaitan dengan hal itu dalam 5 tahun ke depan."Salah satu PR penting yang harus diselesaikan dalam bidang perdagangan agar bisa bersaing di pasar global yakni menurunkan ekonomi biaya tinggi di dalam negeri," katanya.Solusi menurunkan biaya ekonomi tinggi itu, untuk jangka pendek adalah dengan memfasilitasi perdagangan yang dinilai mempunyai banyak masalah, seperti investasi.Untuk jangka menegah, meningkatkan keunggulan komparatif di bidang perindustrian yaitu industri yang berbasis SDA, pertanian dan manufakturing, dengan tenaga kerja tidak trampil. Untuk jangka panjang, melakukan negosiasi di tingkat Asean dan WTO untuk mendapatkan akses pasar."Indonesia harus melakukan evaluasi pasar bukan hanya berkonsentrasi pada AS, Eropa dan Jepang yag memang selama ini merupakan pasar utama, namun juga konsentrasi di RRC dan Asean yang mulai tumbuh," demikian Marie.
(nrl/)











































