Batik & Map Biru, Tanda Calon Menteri SBY
Sabtu, 16 Okt 2004 14:40 WIB
Jakarta - Berbaju batik dan menenteng map biru. Jika ada orang seperti itu, byurr...20-an wartawan yang biasa nyanggong di "Istana" Cikeas, langsung ambyar menyerbunya."Anda ditawari jadi menteri apa?" begitu kurang lebih berondongan pertanyaan wartawan. Ya, batik dan map biru. Itulah ciri khas bahwa orang tersebut dipanggil SBY untuk menghadap guna "fit and proper test" sebagai calon menteri.Sebelumnya, cukup sulit untuk menandai orang macam bagaimana calon menteri yang dipanggil SBY. Apalagi ada sejumlah wajah yang tidak familiar di mata wartawan, yang ternyata turut dipanggil SBY.Tapi berdasar pengamatan wartawan seharian pada Jumat kemarin, calon menteri pasti berbaju batik. Misalnya Rektor ITB Koesmayanto Kadiman, Sofyan Djalil, dan Adhyaksa Dault. Sedangkan Meutia Hatta mengenakan setelan blazer.Karena trademark "batik" begitu mengena, akhirnya ketika ada seorang pria berbaju batik menapaki "Istana" Cikeas semalam, bisa dimengerti bila wartawan langsung menyerbunya.Tapi pria berbatik itu malah celingukan. "Saya cuma mau ikut terawih di rumah Pak SBY," jawab pria berbatik yang merupakan anggota Partai Demokrat (PD) dari Surabaya itu. Wartawan terkecoh oleh batik. Jumat malam, memang digelar salat terawih di rumah SBY. Selidik punya selidik, rupanya, ada satu tanda lagi yang menentukan orang itu calon menteri atau bukan, yaitu map biru. Empat calon menteri yang dipanggil SBY kemarin, semuanya menenteng map biru. Sedangkan pria berbatik yang hendak salat tarawih itu hanya lenggang kangkung tanpa map biru.Buntutnya, sangat mudah bagi wartawan kini mengenali seseorang adalah calon menteri atau bukan. Pada Sabtu siang ini, ketika Aburizal Bakrie datang ke Cikeas, dia memenuhi dua persyaratan sebagai calon menteri: batik dan map biru.
(nrl/)











































