27 Mei Sampai 2 Juni, SBY Akan Bertolak ke Swedia & Amerika Serikat

27 Mei Sampai 2 Juni, SBY Akan Bertolak ke Swedia & Amerika Serikat

Mega Putra Ratya - detikNews
Minggu, 26 Mei 2013 20:14 WIB
27 Mei Sampai 2 Juni, SBY Akan Bertolak ke Swedia & Amerika Serikat
Jakarta -

Presiden SBY akan melakukan kunjungan kerja ke Swedia dan Amerika Serikat. Kunjungan tersebut berlangsung pada 27 Mei hingga 2 Juni 2013.

"Kunjungan kenegaraan ke Swedia dilakukan atas undangan Raja Carl XIV Gustav. Sedangkan kunjungan kerja ke AS adalah untuk menghadiri pertemuan kelima High-Level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda dan menyampaikan laporan akhir Panel ke Sekretaris Jenderal PBB," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah dalam pernyataannya, Minggu (26/5/2013).

Faiz mengatakan rangkaian lawatan ini akan diawali dengan kunjungan kenegaraan ke Stockholm, Swedia pada tanggal 27-29 Mei 2013. Selama di Swedia, Presiden SBY dijadwalkan akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Raja Swedia, Y.M. Carl XVI Gustaf, melakukan pertemuan bilateral dengan PM Swedia, Y.M. Fredrik Reinfeldt dan Ketua Parlemen Swedia, Y.M. Per Westerberg. Dalam rangkaian pertemuan tersebut, akan dibahas isu-isu yang menjadi kepentingan kedua negara, utamanya di bidang ekonomi, lingkungan hidup dan perubahan iklim, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, riset, dan teknologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Swedia, sebagai kunjungan balasan atas kunjungan Raja dan Perdana Menteri Swedia mencerminkan kedekatan hubungan bilateral antara kedua negara. Tentunya kunjungan inipun akan digunakan untuk semakin memperkokoh kerjasama yang saling menguntungkan, utamanya di bidang ekonomi, lingkungan hidup, dan pendidikan," kata Faiz.
 
"Dalam kunjungan tersebut, akan ditandatangani sejumlah Nota Kesepahaman, antara lain di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, dan kesehatan," lanjutnya.
 
Selain pertemuan dengan pejabat tinggi Swedia, lanjut Faiz, Presiden SBY juga dijadwalkan akan menerima sejumlah CEO perusahaan terkemuka Swedia, antara lain CEO Business Sweden, CEO IKEA, dan pemimpin perusahaan Investor AB. Melalui pertemuan tersebut diharapkan para pelaku bisnis utama Swedia akan semakin diyakinkan atas potensi investasi di Indonesia.
 
"Dari Swedia, Presiden RI beserta delegasi akan bertolak menuju New York, AS. Kunjungan ke New York adalah dalam rangka menghadiri pertemuan ke-5 Panel Tingkat Tinggi PBB Mengenai Agenda Pembangunan Pasca 2015 (UN High-Level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda) di Markas Besar PBB di New York," imbuhnya.

Menurut Faiz, pertemuan tersebut merupakan pertemuan terakhir Panel Tingkat Tinggi setelah 4 pertemuan sebelumnya, masing-masing di New York, AS (September 2012), London, Inggris (November 2012), Monrovia, Liberia (Februari 2013), dan Bali, Indonesia (Maret 2013).

"Pertemuan terakhir Panel di New York yang akan dipimpin oleh Presiden RI menjadi kulminasi dari proses panjang penyusunan Laporan Panel terkait visi agenda pembangunan pasca 2015. Penyampaian Laporan tersebut ke Sekjen PBB menandai berakhirnya tugas dan mandat Panel Tingkat Tinggi yang ditunjuk Sekjen PBB. Sebagaimana halnya MDGs, agenda pembangunan pasca 2015 yang digariskan dalam Laporan Panel tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan negara-negara bangsa dalam menetapkan prioritas pembangunannya untuk jangka waktu 15 – 20 kedepan setelah tahun 2015," jelasnya.
 
Pertemuan ke-5 Panel Tingkat Tinggi akan dipimpin oleh Presiden RI dan akan membahas Laporan Akhir Panel serta pengesahan Laporan tersebut. Selanjutnya, Presiden RI atas nama Ketua Bersama dan Anggota Panel akan menyerahkan Laporan tersebut kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon.

"Presiden SBY juga akan menghadiri sidang Majelis Umum PBB untuk menyampaikan briefing terkait Laporan tersebut kepada Presiden Majelis Umum PBB dan para anggota PBB," tuturnya.

Presiden Terima Statesman Award

Bertepatan dengan keberadaan Presiden RI di New York, organisasi nirlaba Appeal of Conscience Foundation (AoCF) akan memberikan penghargaan World Statesman Award.

"Penghargaan ini diberikan atas berbagai capaian dalam memajukan masyarakat yang demokratis, ikut menciptakan tatanan internasional yang lebih damai, dan dalam mendorong kemajuan yang lebih besar atas penghormatan HAM, kebebasan bergama dan hubungan antar-peradaban," jelas Faiz.
 
Presiden SBY dan Ibu Negara beserta delegasi akan meninggalkan New York pada tanggal 31 Mei 2013 dan akan tiba di tanah air pada 2 Juni 2013.

(ega/rvk)


Berita Terkait