Ancaman PKS Keluar Koalisi Dianggap Hanya Gertak Sambal

Ancaman PKS Keluar Koalisi Dianggap Hanya Gertak Sambal

- detikNews
Minggu, 26 Mei 2013 14:43 WIB
Ancaman PKS Keluar Koalisi Dianggap Hanya Gertak Sambal
Jakarta - Wacana beberapa kader muda PKS untuk keluar dari koalisi, mengemuka menyusul dugaan kasus suap kuota impor daging yang menimpa petinggi PKS. Namun pengamat politik Boni Hargens, menilai ancaman keluar koalisi ini hanya gertakan semata.

"Saya pikir ini gertakan sambal yang tidak menarik karena sudah terlambat, tapi gertakan kecap ini bisa dijilat sama Demokrat. Mau ancam keluar, Demokrat akan bilang silakan," kata pengamat politik yang juga Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens, di Galeri Kafe, Jalan Cikini Raya, Jakpus, Minggu (26/5/2013).

Menurutnya, wacana keluar dari koalisi jika ditarik ke belakang adalah letupan konflik yang ada antara PKS dengan parpol lain, khususnya Demokrat dalam hal pembagian kekuasaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PKS ini kan sebetulnya tidak pernah harmonis dengan Demokrat dalam beberapa persoalan, mulai dari pembagian jatah menteri di kabinet kemudian soal sumber sumber finansial untuk parpol dan sebagainya," paparnya.

"Cuma hubungan tak harmonis ini dijaga sedemikian rupa di tutup sedemikian rupa agar tidak muncul ke permukaan," lanjut Boni.

Hal itu menurutnya, pertama karena Demokrat butuh PKS di parlemen, kedua karena PKS butuhkan jabatan untuk kumpulkan sumber daya politik hadapi pemilu 2014.

"Mestinya ketika benih konflik itu terlihat, dia keluar dari koalisi dan mengambil peran sebagai oposisi dan itu sangat strategis. Tapi PKS terlambat karena setelah dihajar kasus daging baru ancam keluar dari koalisi," terang Boni.

Karenanya ia menilai, publik bisa kritis menanggapi wacana keluarnya PKS dari koalisi, meski periode kabinet hanya sekitar 1,5 tahun lagi.

"Menurut saya tampak PKS disorientasi karena kasus daging sapi. Tapi saya pikir masyarakat kritis melihat ini," ucap Boni.

(/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini