Rapat Pleno KPUD Bali Sempat Tegang, Saksi PDIP Diusir dari Ruangan

Rapat Pleno KPUD Bali Sempat Tegang, Saksi PDIP Diusir dari Ruangan

Gede Suardana - detikNews
Minggu, 26 Mei 2013 13:50 WIB
Rapat Pleno KPUD Bali Sempat Tegang, Saksi PDIP Diusir dari Ruangan
Ilustrasi/detikcom
Denpasar -

Ketegangan mewarnai sidang pleno rekapitulasi suara Pilgub Bali. Seorang saksi dari PDIP membuat kericuhan sehingga diusir dari rapat pleno.

Rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara Pilgub digelar di kantor KPUD Bali, Jl Tjokorda Agung Tresna, Denpasar, pukul 10.00 WITA, Minggu (26/5/2013).

Saksi PDIP yang diusir adalah Arteria Dahlan. Ia berulah dengan berulang kali mengganggu proses perhitungan suara. Oleh Ketua KPUD Bali Ketut Lanang Perbawa Sukawati, ia diusir keluar ruangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kericuhan berawal dengan klaim ketidaksesuaian antara perhitungan suara di Kabupaten Buleleng antara data di KPUD Bali dengan suara saksi-saksi internal PDIP. Arteria bergegas menuju ke depan pimpinan rapat. Melihat gelagat tersebut, Ketua Tim Pemenangan Pastika, yaitu Gede Sumarjaya Linggih mencegah.

"Kalau mau protes tidak usah ke depan. Protes dari sini saja," katanya.

Arteria tetap melancarkan protes. Ia bolak-balik memprotes. Melihat ulah tersebut, Lanang menegur saksi PDIP ini. Tak dihiraukan, Lanang pun geram.

"Silakan keluar! Tolong aparat keamanan, dikeluarkan dia dari ruang sidang. Bawa ke luar!" teriak Ketua KPUD Bali Lanang.

Setelah mereda, rapat pleno dilanjutkan. Hasilnya, jago PDIP kalah. Pastika-Sudikerta (Partai Demokrat-Partai Golkar) mendapatkan suara sebanyak 1.063.734, sedangkan Puspayoga-Sukrawan mendapatkan 1.062.738 suara. Selisih 996 suara.

(gds/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini