SBY Bisa Pahami Yusril Tolak Fit And Proper Test
Sabtu, 16 Okt 2004 13:51 WIB
Jakarta - Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa memahami penolakan Yusril Ihza Mahendra untuk mengikuti fit and proper test calon menteri. Yang terjadi sebenarnya hanya salah persepsi saja. SBY akan tetap memanggil Yusril. Demikian disampaikan Juru Bicara SBY-Jusuf Kalla, Andi Alfian Mallarangeng, kepada wartawan di kediaman SBY, Puri Cikeas Indah, Bogor, Sabtu (16/10/2004). Andi meluruskan penyebutan fit and proper test yang biasa dipakai wartawan untuk menyebut proses pematangan calon menteri SBY. Menurut Andi, sebenarnya hanya diskusi dan dialog semata antara SBY dengan sang kandidat menteri. "Kemarin dari semua 4 calon menteri yang dipanggil, semuanya selalu mengatakan diajak ngobrol dan bertukar pikiran oleh Pak SBY. Tak pernah ada fit and proper test," kata Andi.Yusril, Jumat (16/10/2004) kemarin menyatakan tidak bersedia jika harus melewati fit and proper test. Alasannya antara SBY dan Yusril sudah saling tahu kualifikasi masing-masing karena pernah bersama dalam kabinet Mega. Andi menyatakan bisa memahami alasan tersebut. "Alasan yang dikemukakan Pak Yusril dapat dipahami. Tentu saja Pak SBY sudah kenal baik dengan Pak Yusril. Tapi beliau merasa perlu untuk berdialog. Dari dialog tersebut adalah untuk menyatukan visi sehingga jika tiba saatnya bertugas bisa langsung klop," demikian Andi.
(iy/)











































