Ini Gaya Reformasi Peradilan ala Ketua MA Hatta Ali

Ini Gaya Reformasi Peradilan ala Ketua MA Hatta Ali

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 24 Mei 2013 15:59 WIB
Ini Gaya Reformasi Peradilan ala Ketua MA Hatta Ali
Hatta Ali (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Setahun lebih memimpin Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali mempunyai gaya kepemimpinan tersendiri. Mengandalkan teknologi informasi, putra Sulawesi Selatan (Sulsel) ini memaksimalkan dunia digital untuk mengontrol kualitas peradilan.

"Semua sudah transparan, MA makin maju kok," kata Hatta Ali usai acara pelantikan Gubernur Bank Indonesia di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (24/5/2013).

Transparansi tersebut dengan membuat Case Tracking System (CTS) untuk memantau alur perkara. Dengan CTS, semua perkara di Indonesia bisa terpantau sampai sejauh mana perkembangannya. Sejak dicanangkan di Bali pada Januari 2014, 60 persen sudah dilaksanakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelum ayam berkokok 1 Januari 2014 semua pengadilan sudah punya CTS," kata Hatta.

Selain itu, hakim-hakim juga diminta untuk mempublish putusan-putusan yang dibuatnya lewat website MA. Dengan putusan tersebut, maka dapat diketahui kualitas putusan dan dari kualitas itu menjadi salah satu parameter jenjang karier seorang hakim.

"Jadi rugi sendiri kalau tidak masukkan putusannya. Jadi sekarang semua hakim berlomba-lomba untuk memasukkan ke direktori putusan, dengan catatan pimpinan membaca, melihat. Bisa dinilai kualitas putusannya," ujar hakim agung spesialis hukum pidana ini.

Jika semua sistem sudah terbangun, maka Hatta Ali tinggal melihat layar-layar monitor untuk memantau persidangan di seluruh Indonesia. Reformasi ini didukung Amerika Serikat (AS) yang menggelontorkan bantuan US$ 19 juta (sekitar Rp 183 miliar) selama 4 tahun.

"Dan nantinya sistem itu saya bisa mengontrol persidangan, misalnya di pengadilan Surabaya atau di Makassar. Saya bisa kontrol, saya bisa lihat hakimnya itu benar-benar bersidang dengan baik atau tidak. Dan nanti hakimnya nggak bisa bilang 'saya di pengadilan' padahal tidak. Saya bisa lihat di TV," ucap mantan Ketua Muda MA Bidang Pengawasan ini.

(asp/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads