"Yang jelas secara kuantitatif perlu diacungi jempol, di saat ditimpa cobaan yang kemarin itu (penundaan UN) ini ada berita yang sedikitnya menggembirakan," kata Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (24/5/2013).
Menurut Priyo, hasil 99,8 persen itu hanya secara kuantitatif, tidak serta merta secara kualitatif pendidikan kita sudah baik.
"Apakah itu otomatis secara kualitatif dan mutu juga sudah ikut naik secara spektakuler, perlu diuji dengan waktu," ungkapnya.
"Pesan saya kepada Kemendikbud, jangan lantas berpuas hati perlu ada pembenahan dan evaluasi," lanjut politisi Golkar itu.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh telah mengumumkan angka kelulusan UN SMA se-Indonesia sebesar 99,8 persen atau sekitar 1.573.036 siswa.
Dari pengumuman tersebut, diketahui 3 daerah dengan nilai ketidaklulusan tertinggi yakni provinsi Aceh sekitar 3,11 persen atau 1.754 siswa disusul daerah Papua sebanyak 2,85 persen dan Sulawesi Tengah yang mencapai 2,32 persen.
(/van)











































