"Stop corat coret baju, pesta pora, arak-arakan, vandalisme, dan berbagai tindakan tidak terpuji lainnya dalam mengekspresikan kelulusan UN," ujar Ketua Divisi Sosialisasi KPAI, Asrorun Niam Sholeh, Jakarta, Jumat (24/5/2013).
Dibanding melakukan hal itu, KPAI mengimbau agar para siswa dapat menyikapi dengan lebih dewasa. Siswa bisa saja mempersiapkan kelanjutan pendidikan mereka.
"Sekolah harus mencegah langkah tidak terpuji tersebut dengan langkah promotif, menyiapkan acara yang positif, seperti syukuran, bakti sosial, sumbangan buku-buku dan pakaian layak pakai untuk anak-anak yang membutuhkan, serta langkah preventif mencegah aksi corat coret dan tindakan destruktif lainnya," papar Asrorun.
Media juga diminta untuk tidak memberikan porsi pemberitaan terhadap aksi tersebut. "Perlu menyiarkan ragam kegiatan positif sebagai ekspresi kelulusan UN," sambungnya lagi.
(mok/mok)











































