Jelang Lebaran, Dephub Perbaiki Jalan-jalan yang Rusak
Jumat, 15 Okt 2004 20:40 WIB
Jakarta - Departemen Perhubungan sudah mensurvei kesiapan jalan-jalan raya yang akan digunakan untuk angkutan lebaran. Dephub akan melakukan perbaikan jalan-jalan yang rusak sehingga siap digunakan saat mudik dan arus balik lebaran."Jalur-jalur utama, pantura maupun selatan, maupun alternatif akan dipersiapkan. Menhub sudah meninjau kesiapan jembatan di jalur-jalur tersebut," kata Kepala Humas Departemen Perhubungan H. Swihandoyo kepada detikcom di kantornya, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (15/10/2004) sore.Angkutan darat yang krusial, menurut Swihandoyo, ada di Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, dan pulau Bali. Khusus untuk Bali,diharapkan dengan selesainya proyek fly over di Pamanukan tanggal 18 Oktober nanti kepadatan lalu lintas dapat diatasi."Kemudian juga lintas-lintas darat yang masih ada sedikit kerusakan, diharapkan menjelang lebaran sudah dilakukan perbaikan atau pengaspalan. Semoga semua jalur sudah bisa disiapkan untuk mendukung kelancaran lalu-lintas," ujarnya.Lebih lanjut Swihandoyo menjelaskan, Menhub ad interim Sunarno dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Iskandar Abubakar telah menegaskan kesiapan dephub agar penyelenggaraan angkutan lebaran dapat tersenggara dengan baik, tertib dan lancar, serta selamat dan aman.Penyelenggaraan angkutan lebaran akan diatur dengan instruksi presiden yang diharapkan segara ditandatangani Presiden Megawati. Dengan inpres tersebut Dephub akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Depdagri, Kimpraswil, Polri, Pemda, Jasa Marga, Depkes dan operator angkutan, untuk menangani angkutan lebaran.Sementara tentang jumlah penumpang angkutan darat, laut, dan udara, Swihandoyo memperkirakan terjadi kenaikan 10 sampai 15 persen. Terkait perkiraan ini armada-armada yang akan diopersikan perlu ditingkatkan kapasitasnya."Untuk angkutan KA jelas biasanya ada cadangan KA yang disiapkan. Untuk angkutan udara ada penambahan frekuensi atau extra flight. Angkutan laut tidak ada masalah karena sudah cukup. Ada 38 kapal laut yang akan mampu menampung permintaan angkutan lebaran tahun ini," katanya.Tranportasi darat? "Untuk seluruh Jawa, Bali, dan Sumatera bagian selatan bisa mencakup hampir 80.000 bus besar dan kecil. Untuk pesawat belum diketahui karena belum ada rapat koordinasi terpadu. Setiap pemda punya kewenangan untuk menentukan sendiri jumlah sarana yang diperlukan, khususnya untuk angkutan darat," jelasnya.
(gtp/)











































