"Kami akan terus bertanggung jawab atas pendidikan putra-putri para korban. Kita usahakan terus sampai menyelesaikan pendidikan sampai ke universitas, itu adalah komitmen kami," kata Rozik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Selain itu, keluarga para korban dibukakan pintu untuk menjadi karyawan PT Freeport. Presiden Direktur Freeport McMoran and Gold Inc, Richard Adkerson, menyesalkan tragedi runtuhnya Big Gossan itu di Mimika Papua itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak menyangka ini akan terjadi. Tanggungjawab perusahaan, saya pribadi untuk menjamin keselamatan karyawan. Selama ini Freeport punya track record safety yang sangat baik di seluruh dunia. Inilah yang buat kaget kita semua," ujar Richard.
Jumlah korban tewas akibat runtuhnya terowongan Big Gossan berjumlah 28 orang. Selain itu, ada lima orang dirawat di rumah sakit.
Untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi, Freeport akan melakukan peninjauan kembali terowongan-terowongan tambangnya.
"Langkah utama secara teknis yang kita lakukan adalah melakukan peninjauan kembali pada semua fasilitas tambang dan dalam tambang bawah tanah," kata Rozik lagi.
(dnu/van)










































