"Mereka positif ada keterlibatan dalam memberikan perbantuan penjualan senjata api," kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di NTMC, Jl MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2013).
Ibrahim dan David yang ditangkap, Rabu (15/5) lalu, berdasar pemeriksaan Densus 88/Antiteror setelah menangkap kerabat Abu Bakar Baasyir, Qomasu Muawiyah Arob alias Nuaim di kediamannya di RT 03 RW 4 Kelurahan Joyotakan, Solo, di hari yang sama saat penangkapan Ibrahim dan David.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah Teroris
Sementara itu, dari tujuh jenazah teroris yang tewas dalam penggerebekan di empat lokasi berbeda dua pekan lalu, satu persatu mulai diambil pihak keluarga. Sabtu (18/5), teroris bernama Budi alias Angga yang tewas dalam penggerebekan di Bandung beberapa hari lalu diambil pihak keluarga dari Jawa Barat.
"Kemarin (Minggu (19/5), jenazah Ahmad Basori dikembalikan ke keluarganya di Batang," kata Boy.
Jenazah Basori dijemput keluarga sekitar pukul 18.30 WIB. Basori tewas dalam penggerebekan dan baku tembak dengan aparat di Batang.
Sementara lima jenazah lainnya masih berada di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. "Yang lima masih dalam pemeriksaan DNA, mudah-mudahan hari ini selesai dan keluar hasil pemeriksaannya," ujar Boy.
Lima jenazah tersebut salah satunya adalah jenazah Abu Roban. Dia disebut-sebut sebagai pimpinan Mujahiddin Indonesia Barat (MIB). Abu Roban melakukan aksi perampokan sejumlah bank dan toko emas di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Lampung, untuk mendanai aksi teror yang direncanakannya.
(ahy/lh)











































