"64,1 Persen pemerintahan SBY adalah pemerintahan yang demokratis dan 15 persen yang menyebut diktator," kata Direktur Riset Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Djayadi Hanan, dalam jumpa pers 'Survei 15 Tahun Reformasi' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2013).
Survei ini dilakukan SMRC sejak tanggal 1-10 April 2013. Tercatat ada 1.200 responden yang dijaring secara acak dari 33 provinsi. Metode survei adalah wawancara memakai kuesioner, dengan sampling error mencapai 3 persen. Lokasi survei berada di seluruh Indonesia dengan umur responden adalah yang sudah diperbolehkan menggunakan hak dalam pemilu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pers zaman dulu kalau kita mau ngomongin, harus diam-diam lewat belakang. Makanya zaman dulu seperti Rendra dan lain-lain menarik pada zaman itu. Tapi kalau zaman sekarang memparodikan politisi sudah tidak menarik lagi karena semua bebas berekspresi," papar Djayadi.
Mayoritas responden juga menyatakan sistem demokrasi sudah cocok dengan pemerintah Indonesia. Sebanyak 75,9 persen ingin sistem ini juga diterapkan di pemerintahan selanjutnya.
"Mayoritas responden menyatakan Indonesia di arah yang benar, sebanyak 65,2 persen," tandasnya.
(/)











































