"Jadi saya kira tidak ada larangan di UU, yang penting bagaimana caleg melakukan pendekatan dengan rakyat agar bisa dipercaya rakyat," kata Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, kepada detikcom, Selasa (21/5/2013).
Menurut Idrus, sosok Soeharto tak bisa dilepaskan dari Golkar. Soeharto pernah menjabat ketua umum Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baliho besar berhias Soeharto mesem itu berada di Jl Tanuwijaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Menurut informasi, baliho baru dipasang Senin (20/5) kemarin. Di baliho, gambar Soeharto tampak menonjol. Selain ukurannya yang besar, Soeharto yang rambutnya memutih digambarkan melempar senyum khasnya sembari melambaikan tangan.
Di bawah gambar Soeharto terdapat gambar dua caleg bernomor 5, yakni Hendra dan Noves Narayana. Hendra adalah caleg untuk DPRD Tasik, sedangkan Noves merupakan caleg DPRD Provinsi Jabar. Di sela gambar-gambar itu terselip tulisan "Piye Kabare? Enakan Jaman ku Toh". Tulisan itu tertutup kepala Hendra.
"Kami menangkap keinginan dan harapan masyarakat yang menginginkan kembali ke kehidupan kondusif seperti dipimpin almarhum (Soeharto)," kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya, Noves Narayana, ketika dikonfirmasi detikcom, soal alasan pemasangan baloho itu, Selasa (21/5/2013).
(van/nrl)











































