Rapat Paripurna Bahas Pengunduran Diri Panglima TNI Ricuh

Rapat Paripurna Bahas Pengunduran Diri Panglima TNI Ricuh

- detikNews
Jumat, 15 Okt 2004 16:38 WIB
Jakarta - Rapat Paripurna DPR RI membahas pengunduran diri Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto diwarnai keributan. Kubu Koalisi Kebangsaan minta dibentuk Pansus dan enam parpol pro SBY minta ditunda.Demikian yang mengemuka dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (15/10/2004). Rapat yang dihadiri 305 dari 547 anggota dewan membahas surat presiden No. 32/Pres/10/2004 tertanggal 8 Oktober 2004 mengenai pemberhentian Panglima TNI dan pengangkatan Panglima TNI baru.Enam fraksi setuju memroses pengunduran diri Panglima TNI sesuai prosedur dan tatib yang berlaku serta menunggu alat kelengkapan dewan, yaitu bamus dan komisi terbentuk. Fraksi tersebut F-PPP, F-PKB, F-PAN, F-PD dan F-PKS dan Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi yang merupakan gabungan partai PNI PNI Marhaenisme, PBB, Pelopor, PPDK dan PPDI.Dalam tanggapan fraksi, F-PKB dan Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi berpendapat Panglima TNI perlu memberikan klarifikasi seputar pengunduran dirinya.Sedangkan 4 fraksi yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan, yakni F-PG, F-PDIP, F-PBR dan F-PDS setuju untuk dibentuk Pansus yang akan membahas dan mengkaji surat tersebut lebih mendalam. Setelah Mahfud MD dari PKB membacakan tanggapan fraksi sempat terjadi kericuhan karena dianggap menyinggung Panda Nababan anggota dari F-PDIP."Dalam rapat konsultasi pimpinan DPR dan pimpinan fraksi Senin (11/10/2004) lalu. Panda mengatakan untuk jangan berprasangka buruk dari pengunduran diri Panglima TNI. Tetapi sebenarnya, kita tidak bermaksud berprasangka buruk dan ingin hati-hati karena ini masalah keharmonisan politik," kata Mahfud.Pernyataan Mahfud mengundang interupsi dan protes dari anggota FPDIP, diantaranya Dudie Makmun Murod. "Pak Mahfud harap tarik ucapannya barusan karena ini tanggapan fraksi tidak boleh bawa personel," ujar Dudie dengan nada marah.Interupsi dari Dudie diamimi Rambe Kamarulzaman dari F-PG. Selain interupsi, celetukan tak etis dan sinis terlontar dari mulut anggota DPR yang terhormat.Mahfud kembali naik ke podium dan mengatakan tidak ada serangan dalam pernyataannya. "Saya cuma bilang yang dinyatakan Panda menarik," ujarnya.Ketua DPR Agung Laksono langsung menengahi masalah tersebut dan meminta pembacaan pandangan fraksi diselesaikan tanpa komentar dan celetukan. Rapat paripurna sepakat untuk melakukan lobi.Usai sidang, Panda Nababan menyesalkan ungkapan Mahfud MD. "Saya berharap pertemuan lobi tidak diungkap seperti tadi yang dilakukan Pak Mahfud yang telah mengungkap pertemuan rapim yang bersifat tertutup. Itu tidak lazim," tandas Panda. (aan/)


Berita Terkait