Hadeh..... Gerahnya Ruang Pengadilan Tipikor Jakarta

Hadeh..... Gerahnya Ruang Pengadilan Tipikor Jakarta

- detikNews
Senin, 20 Mei 2013 18:11 WIB
Jakarta - Setelah diperbaiki, ruang Pengadilan Tipikor tampak lebih segar dari sebelumnya. Tapi mesin pendingin ruangan (AC) tidak bekerja maksimal sehingga ruang sidang pun terasa sangat gerah meski ruang sidang terhitung melompong.

Seperti yang terjadi dalam persidangan kasus Bioremediasi Chevron, Senin (20/5/2013). Hakim sempat mengira saksi ahli Direktur Investigasi BPKP Julifer Sinaga sedang sakit. Pasalnya Julifer terus berkeringat dan menunjukkan gerakan tidak nyaman.

"Ahli siap menjalani persidangan? Atau sedang sakit?" tanya hakim di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak yang mulia, saya keringatan karena panas," jawabnya.

Meski pengunjung sidang tidak banyak, ruang yang ada di lantai 2 ini memang terasa sangat panas. Hampir tidak terasa adanya penyejuk udara.

Kondisi yang sama juga berlaku di tiga ruang sidang lainnya. Cuaca panas membuat tidak nyaman.

Bukan hanya pengunjung sidang yang harus kipas-kipas sendiri. Bahkan sesekali hakim pun terpaksa mengipas dengan menggunakan kertas.

Belum lagi jika kasus korupsi yang menarik perhatian publik. Seperti saat sidang kasus Simulator SIM atau kasus dugaan suap impor sapi. Dengan pengunjung sidang yang berkali-kali lipat, suasana ruangan pun menjadi semakin sumpek.

Tak hanya persoalan panas, ketersedian kursi untuk pengunjung sidang juga dirasa sangat kurang. Apalagi untuk dua ruang sidang yang baru.

Contohnya saja saat sidang tuntutan kasus korupsi UNJ. Hanya ada lima kursi yang tersedia. Sisanya, pengunjung sidang terpaksa lesehan duduk di lantai.

Kondisi ini membuat ketua majelis Pangeran Napitupulu sampai meminta maaf. Dia berjanji akan segera memberi tahu kepada pihak penyelenggara.

"Minta maaf yah karena belum tersedia kursi," katanya.

(mok/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads