Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/5/2013), sekitar pukul 11.45 WIB. Anak berusia 8 tahun itu melaporkan ulah FS ke orangtuanya. Orangtua bocah itu langsung menuju ke Perpustakaan dan meminta anaknya menunjukkan pelaku pelecehan. Keributan sempat terjadi.
"Saya dapat cerita itu dan langsung saya bawa anak saya ke perpustakaan, saya minta tunjuk pelakunya mana, langsung saya pukul," kata ayah bocah itu kepada wartawan di Perpustakaan Daerah Jakarta Timur di Jatinegara, Senin (20/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamu diapakan sama orang ini?" tanya Ambarita kepada bocah itu.
"Rok saya diangkat-angkat," katanya.
Mendengar jawaban anaknya, ayah siswi SD ini emosi dan hendak memukul FS lagi. Untunya ada tiga polisi yang mencegahnya.
"Benar kamu angkat-angkat rok anak ini?" tanya Ambarita pada FS.
"Tidak Pak, saya hanya membantu melepaskan sepatu saja," katanya. Memang untuk masuk ke perpustakaan daerah pengunjung diminta untuk melepas sepatu.
Seorang petugas Perpusda bernama Nur (36) yang sedang bertugas, menyangkal terjadi pelecehan. "Saat itu ramai dan FS tidak melakukan pelecehan," ujarnya.
Polisi kemudian memborgol FS dan membawanya ke Polres Jakarta Timur untuk diperiksa. Saat ini FS dan korban masih menjalani pemeriksaan.
(nal/nrl)










































