Bus Antar Jemput Lebih Praktis Daripada Volvo
Jumat, 15 Okt 2004 16:20 WIB
Jakarta - Daripada ribut soal mobil dinas, lebih baik disediakan bus antar jemput untuk anggota DPR terhormat. Jika ada bus antar jemput, lebih praktis dan pasti irit.Hal ini disampaikan pengamat Indra J Piliang kepada wartawan usai diskusi di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (15/10/2004) sore."Sebaiknya, para anggota DPR menggunakan bus khusus untuk mengantar pulang pergi anggota DPR dari rumah dinas ke gedung. Anggota DPR itu berkumpul dalam satu kompleks dinas di Kalibata, jadi penggunaan bus akan lebih efektif. Lagipula, penambahan mobil akan menambah kemacetan," kata Indra.Indra menambahkan, tidak adanya mobil dinas untuk anggota DPR tidak membawa pengaruh yang signifikan. "Seperti kita ketahui bahwa DPR itu kerjanya lebih banyak simbolis, jadi tidak perlu menggunakan kendaraan pun masih bisa melakukan pekerjaannya," tegasnya.Lebih lanjut lagi menurut Indra, usulan Ketua MPR Hidayat Nurwahid untuk menarik fasilitas mobil dinas volvo bangi anggota DPR adalah usul yang positif. "Itu adalah masalah etika dan moralitas, usulan yang diberikan Ketua MPR itu tetap efektif. Penggunaan kendaraan yang biayanya lebih murah dari volvo itu tidak akan mengurangi kinerja para anggota DPR," Indra berujar.Seperti diketahui, Rabu (13/10/2004) lalu, Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengatakan bahwa pimpinan MPR menolak penggunaan mobil dinas Volvo untuk menghemat anggaran. Alasan lain, mobil dinas produksi Swedia itu bisa menimbulkan kecurigaan dan kemewahan.Esok harinya, Ketua DPR Agung Laksono berkomentar, kalau sekadar tidak memakai mobil dinas Volvo, maka dampak penghematan anggaran tidak signifikan. Apalagi jatah pimpinan MPR itu hanya empat buah.
(dit/)











































