"Beliau ada arahan antara lain tujuh butir kepada saya sebagai KSAD yang akan digantikan Pak Muldoko. Di antaranya kepemimpinan TNI saat
ini sudah berada pada jalan yang benar, beliau meminta dilanjutkan," ujar Pramono Edhie di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2013).
Dua, TNI yang diharapkan rakyat adalah TNI yang profesional. Perlu ada kemantapan mengemban tugas dan agar
dilanjutkan, ditingkatkan dan disempurnakan termasuk modernisasi alutsista khususnya Angkatan Darat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat, kekuatan TNI itu adanya kedekatan dan kebersamaan dengan rakyat. Lima, penting untuk menjaga kekompakan internal TNI AD, TNI
dengan rakyat, TNI darat, laut dan udara juga dengan Kepolisian.
"Mungkn ini perlu dalam memberikan bantuan kepada Kepolisian agar tidak terkendala," jelasnya.
Enam, agar langkah-langkah dalam penertiban dan pengadaan alutsista dan keuangannya harus dilaksanakan secara transparan, terbuka sehingga
tidak ada kesan penggunaan anggaran yang tidak tepat.
"Terakhir menghadapi Pemilu 2014 presiden menekankan TNI AD yang netral dan tidak berpolitik praktis. Sebetulnya ini sudah ditunjukkan pada pelaksanaan 2009. Kalau 2009 bisa, kenapa 2014 tidak bisa? Itulah tujuh poin yang disampaikan presiden kepada saya dan Letjen Muldoko," tutupnya.
(ega/lh)











































