Kisruh Warga di Waduk Pluit, Jokowi: Mafia Tanah kok Ditanggapi

Hari ke-217 Jokowi

Kisruh Warga di Waduk Pluit, Jokowi: Mafia Tanah kok Ditanggapi

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Senin, 20 Mei 2013 15:34 WIB
Kisruh Warga di Waduk Pluit, Jokowi: Mafia Tanah kok Ditanggapi
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) enggan meladeni aksi mafia tanah yang menghadang proyek normalisasi Waduk Pluit. Kata Jokowi, normalisasi waduk tetap jalan terus.

"Mafia kok ditanggapi," kata Jokowi di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2013).

Menurut dia, aksi mafia tanah hal biasa. "Biasa kan keuntungannya terusik, ada yang sudah mendapatkn keuntungan dari waduk bertahun-tahun dengan nyaman dan sekarang mau kita kembalikan lagi normalisasi waduk dengan benar. Kalau ada yang terusik ya biasalah. Yang penting untuk warga kita perhatikan," papar Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan pembongkaran bangunan di sekitar Waduk Pluit juga tetap dilakukan. Lahan tersebut nanti untuk penghijauan dan Jalan Inspeksi.

"Hari ini dibongkar lagi yang gedung futsal, sama satu gudang besar. Artinya, pemiliknya siapa pun, pengerukan Waduk Pluit akan tetap diteruskan. Tapi untuk penduduk di sebelah timur, kita memang masih menyiapkan rusunnya. Nggak usah khawatir," kata Jokowi.

Kata Pak Ahok di tengah waduk boleh dibangun? "Belum. Wong ini baru dikeruk sudah bicara yang lain. Yang sekarang dulu sajalah," jawab Jokowi.

Jokowi menormalisasi Waduk Pluit seluas 80 hektar untuk mengatasi banjir di Ibukota. Waduk itu menyempit karena dihuni secara ilegal oleh sejumlah orang. Pemprov DKI nantinya akan merelokasi mereka ke rusun lengkap beserta isinya.

(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini