Pejabat pada PM Kamboja, Suos Yara mengatakan mantan wapres RI tersebut sangat layak untuk kembali memimpin CAPDI.
"Kami memiliki perspektif terhadap Pak Jusuf Kalla untuk periode kedua menjadi ketua CAPDI," ujar Yara di sela-sela rangkaian konferensi CAPDI di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mantan ketua parlemen Filipina Jose de Venecia menyebutkan secara tidak langsung JK memiliki kiprah yang sangat baik dalam proses perdamaian beberapa konflik di wilayah Asia Tenggara. Karenanya layak untuk memimpin lagi CAPDI.
"Pemimpin itu harus pembuat perdamaian (peace maker) yang sangat mengerti sekali. Dia (JK) adalah one of asia's greatest hero. Pemimpin itu harus juga political-economic leader," tutur Jose yang juga Founding President CAPDI ini.
Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI) adalah NGO yang bersifat politik internasional. Anggotanya terdiri dari pemimpin negara dan mantan pemimpin negara, tokoh masyarakat, kalangan eksekutif, legislatif dan akademisi terkemuka se-Asia Pasifik. Sekitar 18 negara tergabung dalam CAPDI. CAPDI mungkin merupakan satu-satunya organisasi yang menyatukan partai politik dan organisasi masyarakat sipil, yang umumnya berkonflik, dapat tergabung dalam satu atap.
CAPDI berawal dari Centrist Democrats International of Asia Pacific (CDI-AP) yang didirikan dan berbadan hukum di Filipina oleh tujuh partai politik pada 4 Juli 2005 di Manila, Filipina, dan pendiriannya pada Deklarasi Manila Januari 2006, yang ditegaskan kembali di Jakarta pada bulan Januari 2008 dan dalam Angkor Initiative tahun 2009 di Siem Reap.
Melalui rapat pada 1 Desember 2010 di Phnom Penh, organisasi ini resmi berganti nama menjadi Centrist Asia Pacific Democrats International atau CAPDI.
(/)











































