Bom Sukabumi Low Explosive Berisi Beling, Kaca, Paku

Bom Sukabumi Low Explosive Berisi Beling, Kaca, Paku

- detikNews
Jumat, 15 Okt 2004 15:56 WIB
Jakarta - Bom yang meledak di Sukabumi berjenis rakitan dan low explosive, berisi beling, kaca dan paku. Dua bom lainnya sedang diupayakan dijinakkan."Kan ada 3 bom, 1 sudah meledak, 2 lagi sekarang sedang diamankan dan dijinakkan. Cuma orangnya lari. Masyarakat yang sempat menolong mengatakan kalau ada seseorang yang terluka."Demikian kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (15/10/2004)."Ledakan yang terjadi semalam berasal dari bom low explosive. Bom yang meledak termasuk bom rakitan yang di dalamnya berisikan pecahan beling, kaca, dan paku. Modusnya mirip dengan pengeboman di Bandung dan bom Natal 2000," lanjutnya.Dia menduga bom tersebut meledak saat sedang diotak-atik oleh pelaku yang kemudian terluka karena ledakan, dan dilarikan ke klinik oleh warga.Dituturkan dia, Tim Gegana Polda Jabar hingga kini tengah mengupayakan menjinakkan 2 bom di dalam 2 ransel yang ditemukan di sebuah kontrakan di daerah Cicurug Sukabumi Jawa Barat.Sebelum 2 bom tersebut ditemukan, terjadi ledakan yang semula diduga berasal dari sebuah kompor, tapi ternyata bom. Akibatnya 1 orang luka. Peristiwa terjadi Kamis malam 14 Oktober 2004 pukul 20.30 WIB.Empat orang yang tengah berada dalam kontrakan tersebut langsung melarikan diri. Namun warga sekitar sempat menolong seorang korban yang terluka, dan langsung dilarikan ke sebuah klinik 24 jam di daerah Cisaad."Sebagian tim sedang menelusuri orang yang sempat ditolong masyarakat dan dibawa ke klinik di Cisaad. Lukanya di bagian tangan," kata Suyitno sambil menunjuk ke siku kanannya. "Ciri-cirinya sudah di tangan kita," tambahnya.Mereka, lanjut dia, diduga bagian dari kelompok pengeboman Jabar, satu kelompok dengan Heri Golun sang pelaku bom bunuh diri di depan Kedubes Australia Jakarta, juga diduga termasuk kelompok Nanang yang sekampung dengan Heri Golun.Namun Suyitno tidak mau menjelaskan saat ditanya sudah berapa lama mereka tinggal di kontrakan tersebut. "Iya itu rumah kontrakan yang mirip kayak di Menceng Cengkareng," elaknya merujuk pada kontrakan yang ditempati sekitar 4 hari oleh otak pengeboman Azahari dan Noordin Moh Top, sebelum peledakan bom di depan Kedubes Australia Jakarta.Di rumah kontrakan di Sukabumi tersebut, polisi menemukan dan menyita barang bukti berupa VCD perang-perangan, majalah-majalah Islam, dan 3 buah helm.Menurut keterangan warga, apakah ada yang mirip dengan Azahari? tanya wartawan. "Hehehe...belum tahu saya, sedang diselidiki," ujar Suyitno sambil tersenyum misterius. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads