Kala Aktivis Ikut Berebut Kursi Menuju Parlemen

Kala Aktivis Ikut Berebut Kursi Menuju Parlemen

- detikNews
Minggu, 19 Mei 2013 17:26 WIB
Jakarta - Pertarungan untuk menjadi calon anggota legislatif di Pemilu 2014 memang bukan hanya milik politisi, tapi milik banyak kalangan termasuk para aktivis. Sejumlah janji dan agenda nasional pun jadi pertaruhan untuk bisa terpilih.

Aktivis dikenal sebagai kelompok masyarakat yang kerap kritis dengan kebijakan pemerintah dan parlemen. Namun dalam menghadapi Pemilu, para aktivis rupanya merasa perlu untuk menjadi bagian dari sistem parlemen yang selama ini dikritiknya. Bagaimana bisa tetap kritis?

"Kalau ada kawan-kawan aktivis yang berhasil menjadi anggota DPR, harus ada yang memantau dan mengkritisi. Jangan sudah masuk kemudian nangkring tidak disentuh. Karena kecenderungan kalau sudah menjadi elit sulit turun ke bawah," kata aktivis 98 yang juga caleg Partai Hanura, Sarbini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan dalam diskusi “Caleg Aktivis Hadir untuk Pembenahan Partai Politik dan Pemberantasan Korupsi” di Kedai Utan Kayu, Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur, Minggu (19/5/2013). Hadir beberapa aktivis lain yang juga jadi caleg DPR RI.

"Itu yang harus dikawal bersama-sama, karena kalau sudah di atas bisa jadi penjahat, atau hal-hal yang justru tak diharapkan masyarakat," lanjutnya.

Menurutnya, cara akitivis berpolitik pun dinilai berbeda dengan politisi lain, tapi kendala yang dihadapi akan lebih besar. Salah satunya karena posisi aktivis yang sebelumnya berseberangan dengan partai maupun parlemen. Karenanya dalam proses pencalegan aktivis sudah lebih dulu diminta pertanggjawabannya.

Aktivis lain yang juga caleg dari Partai NasDem, Sondang Tampubolon, menuturkan bahwa niatnya masuk ke parlemen adalah ingin menjadi bagian dari pembuat Undang-undang yang selama ini ia kritisi.

"Menurut saya dengan duduk di parlemen maka kita bukan lagi bagian dari komunitas besar ini (masyarakat), tinggal dikritisi. Ekspektasi saya dengan menjadi anggota DPR adalah menjadi orang yang mau membuat peraturan dan saya ingin dalam membuat peraturan itu adalah yang diinginkan masyarakat," kata Sondang Tampubolon.

Aktivis yang juga caleg PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menuturkan bahwa meski aktivis kerap bertentangan dengan parpol, namun mau tidak mau jika menjadi caleg harus menjadi bagian dari parpol.

"Menjadi anggota DPR mau tidak mau harus melalui partai politik dimana parpol adalah pilar demokrasi. Jadi bagaimana kita memperkuat ideologi kepartaian jangan membangun jarak bahkan anti partai," ucap Masinton.

"Jadi bagi caleg yang memang dicalonkan parpol, penting untuk menjadi pengurus partai agar ideologi partai sesuai dengan apa yang kita harapkan," imbuhnya.

(/nrl)


Berita Terkait