Hidayat Dipuji, Agung Dikritik

Pembaca soal Volvo

Hidayat Dipuji, Agung Dikritik

- detikNews
Jumat, 15 Okt 2004 14:15 WIB
Jakarta - Wacana Volvo di gedung wakil rakyat kita menggelitik pembaca detikcom. Tanpa diundang, pembaca ramai-ramai mengomentari kontroversi antara Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan Ketua DPR Agung Laksono."Saya kemarin baca di detikcom, 14 Oktober 2004...ketawa ngakakkkk abis, Kenapa? Karena komentar beliau Agung Laksono. Lha kok gak nyaklok bener ya! Begitukah wakil rakyat itu digaji?" komentar pembaca bernama Diyatno dalam e-mailnya pada detikcom.Seperti diberitakan, pada Rabu (13/10) lalu, Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengatakan bahwa pimpinan MPR menolak penggunaan mobil dinas Volvo untuk menghemat anggaran. Alasan lain, mobil dinas produksi Swedia itu bisa menimbulkan kecurigaan dan kemewahan.Esok harinya, Ketua DPR Agung Laksono berkomentar, kalau sekadar tidak memakai mobil dinas Volvo, maka dampak penghematan anggara tidak signifikan. Apalagi jatah pimpinan MPR itu hanya empat buah."Saya melihat, penghematan sebenarnya ada empat hal, yaitu bidang otonomi daerah, subsidi terutama pada golongan menengah ke atas, bunga obligasi dan utang luar negeri," tutur Agung, menjelaskan hal-hal yang sudah biasa kita dengar dari pengamat ekonomi.Diyanto memprihatinkan komentar Agung. "Saya sangat simpati dan hormat kepada Pak Hidayat, alangkah indahnya negeri ini kalo semua pejabat tidak gelap oleh harta maupun tahta," katanya.Komentar senada disampaikan Sari Sudarsono. Dia mengaku kecewa dengan pernyataan Agung. "Kelihatan sekali Pak Agung Laksono ini tidak mempunyai empati dan telinga terhadap rakyat yang diwakilinya. Kalau dia punya empati, pasti tanpa ba, bi, bu, dia juga akan langsung melakukan hal yang sama. Kalau dia punya 'telinga', dia sudah mendengar sejak dari dulu, bahwa begitu banyak rakyat yang menderita," tutur Sari.Menurutnya, sekecil apa pun pengorbanan untuk kepentingan rakyat yang dilakukan oleh wakil rakyat dan pejabat pemerintah, akan berarti besar bagi rakyat. "Yang kita perlukan adalah teladan yang dilakukan oleh wakil rakyat, pejabat rakyat dan pimpinan rakyat. Insya Allah, rakyat akan mengikuti. Action speaks louder than words!" komentar Sari.Anda punya pandangan lain? Kirimkan pada detikcom di redaksi@staff.detik.com. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads