Menkertrans: 5 Korban Luka Longsor PT Freeport Ditangani Intesif

Menkertrans: 5 Korban Luka Longsor PT Freeport Ditangani Intesif

- detikNews
Minggu, 19 Mei 2013 13:09 WIB
Jakarta - Menteri Tenaga dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengunjungi 5 korban luka yang longsor terowongan PT Freeport di RS Premier Bintaro. Muhaimin menyatakan semua korban dalam penanganan intensif tim dokter.

"Kita baru saja menengok 5 pasien yang ditangani disini, semuanya ditangani secara intesif," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar usai mengunjungi korban di RS Premier, Tangerang Selatan, Minggu (19/5/2013)

Muhaimin menyampaikan rasa duka sekaligus prihatinnya atas musibah di Freeport itu. "Pemerintah akan terus memantau, bila perlu saya akan ke Freeport untuk bersama membantu. Tapi saat ini ternyata lebih efektif ditangani ahlinya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya disarankan Freepot untuk fokus pada penyelamatan sehingga keberangkatan saya ditunda," lanjut menteri yang akrab disapa Cak Imin itu.

Sementara itu, salah seorang tim dokter RS Premier Bintaro yang menangani korban luka, dr Mulyadi Muchtiar, menuturkan bahwa korban mulai membaik namun masih dalam penanganan intensif.

"Kami menerima 5 pasien dari Freeport ada yang sejak 4 hari lalu dan yang 3 hari lalu, mereka ditangani dengan multiple trauma yang membutuhkan pelayanan intensif," kata dr Mulyadi Muchtiar.

Menurutnya, diantara 4 korban luka itu, terdapat satu yang kritis atau membutuhkan penanganan lebih karena luka yang dialami.

"Ada satu kritis. Pasien ini mengalami gangguan fungsi pernapasan, sehingga pakai mesin napas, tapi secara fisik baik," ucapnya.

Ia kemudian menjelaskan, bahwa mereka yang luka itu karena pada saat longsor mengalami benturan atau tergencet. Tidak ada yang patah tulang, tapi mengalami luka yang berakibat pada organ lain.

"Semuanya adalah mutiple trauma, mereka mengalami benturan sehingga akibat trauma otot kemudian mengenai pembuluh darah dan organ lain. Pasien tidak patah tulang, hanya kegencet tapi tulang utuh," ujarnya.

"Sekarang fase perbaikan. Kita semua berharap kita akan berikan pelayanan terbaik," lanjutnya.

Kelimanya sudah mulai dikunjungi oleh keluarga, namun dokter masih membatasi kunjungan. Tim dokter dari berbagai ahli pun masih menangani pasien.

"Namanya ICU kita batasi pengujung, karena secara fisik tidak mungkin ada luka banyak yang bisa berujung infeksi. Tapi keluarga dampingi itu bagian dari penyembuhan pasein," ucap Mulyadi.

"Mereka berada di ICU kita tangani dari ahli bedah, dokter umum, ahli tulang, faskular, ahli penyakit dalam dan syaraf. Semuanya terkoordinasi tim dokter ICU," imbuhnya.

(/nal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini