Aksi tersebut digelar dari depan Plasa Sriwedari menuju Bundaran Gladag, Solo. Sepanjang jalan yang dilalui mereka mengecam rencana Pemerintah yang hendak menaikkan harga BBM. Puluhan spanduk, poster dan selebaran berisi penolakan itu mereka bawa sepanjang aksi.
Orator yang terus menyerukan penolakan dari mobil bak terbuka terus mengajak pengguna jalan untuk melakukan menolak kebijakan Pemerintah yang dinilai merugikan rakyat dan berpotensi menimbulkan gejolak sosial tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan juru bicara HTI Soloraya, Sarwidi Abu Naufal, menegaskan keputusan menaikkan harga BBM adalah keputusan yang amat zalim karena akan menyengsarakan rakyat dan akan menaikkan angka kemiskinan. Dia menilai keputusan itu sebagai bentuk nyata Pemerintah tidak berpihak kepada rakyat.
(mbr/nrl)











































