HTI Solo Turun Jalan, Kritik Kenaikan Harga BBM

HTI Solo Turun Jalan, Kritik Kenaikan Harga BBM

Muchus Budi R. - detikNews
Minggu, 19 Mei 2013 13:08 WIB
HTI Solo Turun Jalan, Kritik Kenaikan Harga BBM
Muchus Budi/detikcom
Solo - Ratusan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Soloraya menggelar aksi di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (19/5/2013). Mereka mengkritik rencana Pemerintah menaikkan harga BBM. Mereka juga mangajak publik luas untuk menolak kenaikan BBM tersebut karena menurut HTI rawan memicu gejolak sosial.

Aksi tersebut digelar dari depan Plasa Sriwedari menuju Bundaran Gladag, Solo. Sepanjang jalan yang dilalui mereka mengecam rencana Pemerintah yang hendak menaikkan harga BBM. Puluhan spanduk, poster dan selebaran berisi penolakan itu mereka bawa sepanjang aksi.

Orator yang terus menyerukan penolakan dari mobil bak terbuka terus mengajak pengguna jalan untuk melakukan menolak kebijakan Pemerintah yang dinilai merugikan rakyat dan berpotensi menimbulkan gejolak sosial tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesampai di Bundaran Gladag, orasi yang dilakukan secara bergantian juga menekankan hal serupa. Menurut HTI, dari sekitar 53,4 juta kendaraan yang ada di Inodonesia, 85 persen adalah sepeda motor. Karena itu yang akan paling terpukul dengan kenaikan BBM itu adalah pemilik sepeda motor yang rata-rata adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Jika BBM terus dinaikkan maka rawan timbul gejolak sosial.

Sedangkan juru bicara HTI Soloraya, Sarwidi Abu Naufal, menegaskan keputusan menaikkan harga BBM adalah keputusan yang amat zalim karena akan menyengsarakan rakyat dan akan menaikkan angka kemiskinan. Dia menilai keputusan itu sebagai bentuk nyata Pemerintah tidak berpihak kepada rakyat.

(mbr/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads