Jarum menunjukkan pukul 23.00 WIB, Sabtu (18/5/2013) saat Denny tiba di Lapas Sukamiskin, Arcamanik, Bandung. Sebelumnya, dengan iringan tiga mobil, Denny yang ditemani ajudan dan beberapa wartawan melaju dari Jakarta pukul 19.30 WIB.
Denny mendapati pintu gerbang Lapas Sukamiskin terkunci rapat. Tidak ada petugas yang berjaga di pintu gerbang itu. Karena itu, bersama ajudan, Denny pun melompat pagar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny yang sudah mendapat izin Menkum HAM Amir Syamsuddin untuk melakukan sidak itu kemudian mengumpulkan semua petugas Lapas yang berdinas. Denny menyampaikan maksud dan tujuan dalam melaksanakan sidak.
Denny meminta daftar penghuni Lapas Sukamiskin yang kini telah ditetapkan sebagai Lapas Napi kasus Korupsi. Dia kemudian meminta kepada petugas untuk menyiapkan kunci sel beberapa napi kasus korupsi yang selama ini menjadi sorotan.
Malam telah larut, suasana Lapas pun sunyi. Sebagian besar para penghuni Lapas sudah terlelap. Lapas Sukamiskin yang terlihat bersih itu seakan tak berpenghuni.
Denny mengecek sel beberapa napi, seperti sel Gayus Tambunan, M Nazaruddin, Wijanarko Puspoyo, Andrian Waworuntu, Anggodo Widjojo, Agusrin, dan Hartono. Sebagian kamar mereka digeledah. Denny juga berbincang-bincang dengan mereka.
Sidak berakhir pukul 01.30 WIB, Minggu (19/5/2013). Sidak ditutup Denny Indrayana dengan briefing di halaman dalam lapas. Denny berpesan kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KKPL) Teguh Wibowo dan para petugas untuk tetap semangat bekerja dan melakukan pengawasan. Saat sidak, tidak ada kepala lapas karena sedang melakukan dinas ke Madiun untuk melakukan serah terima jabatan.
Setelah berpamitan, Denny dan rombongan bergerak meninggalkan Kota Bandung yang dingin itu. Tidak pulang ke rumah kontrakannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, tapi berlanjut mengarah ke Cipinang. Ya, Denny melakukan sidak lagi ke Rutan Cipinang.
Denny dan rombongan tiba di Rutan Cipinang pukul 04.00 WIB. Pintu gerbang tidak terkunci. Namun, pintu besi nan tinggi sebagai akses ke dalam lapas terkunci, sementara petugas tidak terlihat di pos.
Teriakan Denny kepada petugas lapas memecah kesunyian, namun petugas lapas tak mendengarnya. Lima menit tidak ada respons dari petugas, ajudan Denny dan staf dari Ditjen Lapas membuka paksa pintu. Setelah berusaha agak ekstra, akhirnya pintu berhasil dibuka.
Di bagian dalam, baru petugas datang dan menyambut Denny. Tak lama kemudian, Denny meminta langsung menuju sel di blok C untuk melakukan pengecekan. Tak lama kemudian, datang Kepala Rutan Cipinang Rochkidam yang baru dilantik lima hari lalu. Juga ada Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Christo Victor.
Mereka mendampingi Denny meninjau sel. Ada beberapa sel yang ditinjau Denny yang terletak di lantai 1, 2, dan 3. Antara lain sel Arya Abdi Effendy tersangka kasus suap sapi impor, Eko yang merupakan petugas Ditjen Pajak yang ditangkap KPK beberapa hari lalu, mantan ketua DPRD Jateng Murdoko, dan beberapa tahanan lain.
Sidak usai sekitar pukul 05.00 WIB. Sebelum meninggalkan Rutan, Denny salat subuh di salah satu sel yang kosong dan memberikan briefing kepada kepala rutan dan jajarannya. Denny meninggalkan Rutan Cipinang pukul 05.30 WIB.
Banyak temuan dalam sidak ke Lapas Sukamiskin dan Rutan Cipinang. "Tapi, dibanding saya sidak sebelumnya, kondisinya sudah makin baik. Tapi saya tetap tidak mentelorir barang-barang yang tidak boleh dibawa ke dalam rutan," kata Denny.
(asy/rvk)











































