Kamar Dada Rosada di Pendopo Terkunci, KPK Ancam Bongkar Paksa

Kamar Dada Rosada di Pendopo Terkunci, KPK Ancam Bongkar Paksa

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 17 Mei 2013 17:03 WIB
Kamar Dada Rosada di Pendopo Terkunci, KPK Ancam Bongkar Paksa
Jakarta - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami hambatan saat menggeledah Pendopo atau rumah dinas Walikota Bandung Dada Rosada. Pintu kamar tidur Dada yang berada di bangunan tengah ternyata terkunci rapat. KPK pun mengancam membongkar paksa pintu.

Petugas KPK sejak awal datang sempat meminta pengelola bagian urusan rumah dinas mengambil kunci kamar tersebut. Namun hampir dua jam lebih, kunci kamar tak kunjung ada. Kunci kamar diduga dipegang orang nomor satu di Kota Bandung tersebut.

Salah satu petugas KPK kembali menanyakan keberadaan kunci kamar kepada seorang pengurus Pendopo. "Ada enggak kuncinya? Kalau (kunci) tidak ada, terpaksa kami bongkar," tegas pria berompi KPK.

Petugas KPK pun memerintahkan pengurus Pendopo segera mengambil kunci kamar. "Hubungi lagi. Kalau tetap tidak ada, kami bongkar," ucapnya.

Sementara itu pada saat yang sama, tim KPK di rumah pribadi Dada, Jalan Tirtasari II, menggeledah mobil dinas Dada, Ford Escape hitam dengan Nopol D 1610 PN. Mobil tersebut diperiksa dengan seksama di seluruh bagian.

Penyidik KPK terlihat meminta bawahan Dada untuk membukakan pintu mobil. Ada tiga penyidik yang memeriksa isi mobil tersebut dengan teliti.

Seluruh pintu mobil, termasuk bagian bagasi dibukakan. Mulai dari bagian belakang hingga depan diperiksa. Penyidik terlihat mengenakan rompi, masker, dan sarung tangan.

Tak terlihat apa yang mereka temukan di mobil tersebut, karena mobil menghadap ke depan rumah. Bagian yang paling lama yaitu di bagian bagasi. Terdengar suara kertas-kertas dibuka, namun tak bisa dipastikan ada tidaknya berkas yang diambil.

Selama penggeledahan, beberapa orang bawahan Dada termasuk ajudannya hanya menunggu tak jauh dari mobil tersebut. Sekitar 25 menit mobil tersebut digeledah, hingga seluruh pintu kembali ditutup dan penyidik kembali masuk.



(bbp/ern)


Berita Terkait