Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Busyro Muqaddas dalam dalam Talkshow Nasional IMM UB dengan tema 'Konstruksi Politik Etik, Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi' di Aula Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Jumat (17/5/2013) siang.
"Minim perhatian terhadap pelanggaran-pelanggaran hukum, salah satunya korupsi," kata Busyro.
Akibatnya, lanjut Busyro, kasus-kasus korupsi di Indonesia semakian merajarela hingga melibatkan berbagai kalangan. Semestinya, menurut dia, perguruan tinggi bisa membentuk mahasiswa peka dalam menyikapi masalah sosial, wujud penerapan ilmu yang dimiliki.
"Yang terjadi saat ini tidak begitu dunia pendidikan cenderung mengasah ilmu jauh dari kepedulian terhadap publik," sesal Busyro.
Busyro menambahkan, mahasiswa harus giat mengkaji masalah-masalah korupsi di tanah air. Mulai dari modus yang dilakukan hingga bentuk perlawanan tindak pidana tersebut. "Jadinya KPK sering melakukan kajian sendiri dalam setiap penanganan kasus korupsi. Karena minim sekali kajian dari kaum intelektual di Indonesia," tegas Busyro.
Busyro juga menuding, pendidik dalam hal ini dosen gagal dalam menerapkan ilmu di kampusnya. Terbukti, respon masalah sosial kini menjangkiti negara ini minim sekali.
"Masalah-masalah yang terjadi jangan hanya mengandalkan pemerintah. Dunia pendidikan harus di depan mengkritisi permasalahan tersebut," tandas Busyro.
(bdh/rmd)











































