SBY Panggil Calon Menteri Usai Salat Jumat

SBY Panggil Calon Menteri Usai Salat Jumat

- detikNews
Jumat, 15 Okt 2004 10:29 WIB
Jakarta - Jumat siang nanti (15/10/2004) adalah saat yang mendebarkan bagi beberapa tokoh yang dipanggil SBY menghadap. Pasalnya, mereka akan menjalani "fit and proper test" untuk menduduki kursi menteri.Menurut jadwal, pertemuan SBY dengan calon menterinya mulai dilakukan selepas salat Jumat. Sebelumnya, SBY telah mengumumkan sejumlah kriteria calon menteri harapannya. Pertama, kapabilitas yang dilihat dari jenjang pendidikan, riwayat jabatan dan penugasan serta pengalaman kerja.Kedua, integritas dan kepribadian calon untuk bekerja sebaik-baiknya dan tidak melakukan penyelewengan demi keberhasilan kabinet yang dipimpinnya.Ketiga, tingkat aksepbilitas calon menteri di berbagai kalangan. SBY mengakui aksepbilitas merupakan hal yang sangat relatif. Sebab belum tentu seorang calon dapat diterima secara merata di semua lapisan masyarakat."Tapi biasanya, tokoh yang ditolak publik di mana-mana, yang tidak disukai karena faktor tertentu, barangkali memang aksepbilitasnya rendah," kata SBY kala itu.Karena sifatnya sangat relatif dan tidak cukup waktu untuk bagi SBY melakukan jajak pedapat terlibih dahulu, metode yang dipakainya untuk menggodok nama-nama calon yaitu dengan memantau berbagai komentar masyarakat tentang calon yang ada di media massa.Keempat, usia. Faktor ini bukan hal yang mutlak. Tapi ada kepatutan-kepatutan politik yang dapat dijadikan patokan. Misalnya, tidak memilih seorang menteri yang berusia terlalu muda meskipun yang bersangkutan cerdas dan energik. Tapi kematangan dan kedewasaannya belum cukup untuk mengelola persoalan tingkat pemerintah dan negara.Demikian juga tokoh yang bijak dan cerdas, namun berusia 70-an tahun juga tidak akan mampu mendukung kabinet dalam jangka 5 tahun. "Kabinet saya nanti mengharuskan kerja keras secra terus menerus. Tentu ini akan membebani beliau yang punya keterbatasan secara fisik," kata SBY.Kabinet SBY nantinya berasal dari partai politik dan kaum profesional dengan perbandingan 40:60. SBY akan mengakomodir semua calon yang diajukan parpol pendukungnya, baik itu parpol yang sudah berjuang bersama sejak pilpres putaran I dan putaran II, maupun parpol yang bergabung setelah terjadinya dinamika pemilihan pimpinan DPR dan MPR.Menurut SBY, ada fatsoen politik yang menyatakan, setiap perjuangan bersama tentu harus dilanjutkan dengan kebersamaan pula setelah perjuangan itu berhasil. Tapi dia menjanjikan tetap akan bersikap selektif terhadap kandidat yang dicalonkan parpol pendukungnya."Saya akui ada tekanan rekomendasi dan saran dari berbagai pihak. Tapi keputusan akhir tetap di tangan saya sebagai presiden terpilih dan akan mempertanggungjawabkannya di depan rakyat. Apa yang saya lakukan ini adalah implementasi dari bab V pasal 17 (1) dan (2) UUD 1945," demikian SBY. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads