Operasi digelar pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB, Kamis (16/5/2013). Operasi bermula dari terminal bayangan UKI dekat Pos Polantas Jalan Mayjen Sutoyo, Pasar Induk Kramat Jati, Pusat Grosir Cililitan (PGC), dan berakhir kembali di terminal bayangan UKI.
Dalam operasi di depan Universitas Kristen Indonesia (UKI), puluhan anggota polisi dengan berseragam lengkap memeriksa sejumlah pejalan kaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan tenang para pejalan kaki yang diperiksa menunjukan identitas dirinya. Bahkan mereka pun tidak keberatan saat anggota memeriksa barang bawaannya. Usai memeriksa, petugas pun meninggalkan dengan kesan ramah.
"Terima kasih Pak, maaf mengganggu waktunya," tutur sang petugas.
Namun begitu razia bergeser ke terminal bayangan UKI, petugas melihat empat anak punk kabur ke dalam sebuah parkiran motor. 10 Petugas polisi langsung mengejar. Salah anak punk tercebur ke dalam selokan sehingga mudah bagi petugas untuk menangkap.
"Kenapa kamu kabur? Kalau tidak salah kenapa kamu kabur?" tanya seorang petugas.
"Saya tidak suka kayak gini, kalian datang angkut orang-orang kami yang tak salah. Saya di jalanan nggak ngapain-nagapain kenapa saya ditangkap," jawab seorang anak punk.
"Sudah duduk sana, ikut kami ke kantor," tegas polisi sambil menggelandang.
"Nggak mau. Saya nggak buat masalah. Saya tahu orang kalian apa? Dibawa nanti wawancara kayak gini saya tidak terima," protes anak punk itu.
Akhirnya keempat anak punk tersebut dengan gaya compang-camping, rambut yang dicat dan kuping serta mulut yang penuh tindikan anting langsung diangkut ke atas truk.
Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi mengatakan seandainya mereka tidak lari tunggang langgang saat dipanggil anggota mungkin tidak ditangkap.
"Padahal kalau mereka biasa saja mungkin tidak akan kita angkut," tuturnya.
(edo/rmd)











































