Aksi demo itu mulai berlangsung pada Rabu (15/5/2013) sore. Mahasiswa membakar ban dan memblokir jalan di depan kampus mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan.
Massa menuding polisi bertanggung jawab atas meninggalnya Juliansen Ginting (23) mahasiswa Fakultas Fisipol mereka dalam kecelakaan lalu-lintas beberapa hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini kemudian diwarnai dengan perusakan pos polisi yang ada di sekitar kampus mereka. Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyerang tiga polisi yang kebetulan melintas di sekitar lokasi aksi tersebut.
Karena demonstrasi sudah anarkis, puluhan polisi dari Polresta Medan segera ke lokasi. Mereka bersiaga di sekitar kampus. Para mahasiswa kemudian melempari polisi ini dengan batu. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata.
Saat ini kedua belah pihak bertahan. Mahasiswa yang membawa kayu dan batu bertahan di simpang Jalan Perintis Kemerdekaan, sementara polisi yang membawa kendaraan taktis bertahan di Jalan Gaharu.
(rul/mpr)











































