Elizabeth Sebut Rp 1 M Bukan Suap, Hakim: Konfrontir dengan Elda & Fathanah!

Sidang Impor Daging Sapi

Elizabeth Sebut Rp 1 M Bukan Suap, Hakim: Konfrontir dengan Elda & Fathanah!

Ferdinan - detikNews
Rabu, 15 Mei 2013 17:56 WIB
Elizabeth Sebut Rp 1 M Bukan Suap, Hakim: Konfrontir dengan Elda & Fathanah!
Elizabet dan Soraya Effendi di Tipikor
Jakarta - Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman akan dikonfrontir dengan Ahmad Fathanah dan Elda Devianne Adiningrat. Ketiganya dikonfrontir terkait perkara dugaan suap penambahan kouta impor sapi.

"Hari Jumat (17/5) akan dikonfrontir dengan Ahmad Fathanah dan Elda. Jadi saudara datang lagi," kata hakim ketua Purwono Edi Santoso kepada Maria Elizabeth usai bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Sedianya Elda yang juga menjadi saksi untuk terdakwa Direktur Indoguna Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi akan dikonfrontir dengan Maria Elizabeth di persidangan hari ini. Namun Elda ternyata sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Elda sakit yang mulia, beliau berada di RS MMC," kata jaksa Ronald.

Permintaan hakim ini sehubungan dengan adanya perbedaan kesaksian antara Elda-Fathanah dan Elizabeth. Elda secara jelas ada permintaan dana terkait kuota impor, namun Elizabeth berkata sebaliknya.

Dalam kesaksiannya, Elizabeth membantah pemberian duit Rp 1 miliar ke Fathanah terkait dengan permohonan penambahan kuota impor daging sapi. "AF (Ahmad Fathanah) minta tolong bantuan untuk kemanusiaaan Papua dan safari dakwah PKS," ujarnya.

"Penambahan kuota sudah habis, penambahan kuota tidak bergantung pada Fathanah," tegas dia.

Maria Elizabeth juga menjelaskan uang Rp 300 juta yang dikeluarkan dari koceknya merupakan imbalan bagi Elda. Uang ini diberikan pada 10 Januari 2013. "Elda memang menelepon saya untuk minta uang jasa dia sudah bekerja 2,5 bulan," ujarnya.

Sedangkan Elda dalam kesaksiannya menyebut uang Rp 300 juta diminta Fathanah ke Elizabeth melalui dirinya. "Menurut Fathanah uang jangan di kemana-manakan itu uang ustad Luthfi mengatasnamakan beliau," katanya.

(fdn/mad)


Berita Terkait