Belajar dari Kasus Abdul, Penis Terpotong Bisa Disambung Asal...

Belajar dari Kasus Abdul, Penis Terpotong Bisa Disambung Asal...

- detikNews
Rabu, 15 Mei 2013 16:33 WIB
Jakarta - Abdul Muhyi (21) terpaksa kehilangan penisnya setelah dipotong kekasihnya dengan alasan yang belum jelas. Tapi tahukah Anda jika anggota tubuh yang terpotong, salah satunya penis, bisa disambung lagi jika memenuhi beberapa kondisi medis tertentu.

"Penis yang sudah terpotong pada sebagian kasus masih bisa disambung lagi. Tindakan ini bergantung pada seberapa parah kondisi dan sudah berapa lama sejak penisnya terpotong," ujar dr Aditya Wardhana, SpBP, dokter spesialis bedah plastik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, saat dihubungi detikcom, Rabu (15/5/2013).

Dengan kemajuan teknologi terbaru, kini penis replantation microsurgery (operasi penyambungan penis) dapat dilakukan demi menyelamatkan kehidupan seks pria yang menderita trauma kelamin parah atau terjadi proses amputasi pada penis.

"Semakin baik kondisi penis yang diamputasi pada saat operasi, semakin tinggi tingkat keberhasilannya," jelas Muangsombot, ahli bedah Thailand yang sering menangani kasus operasi penis replantation, seperti dilansir thaimedicalnews, Rabu (15/5/2013).

Menurutnya, jika terlalu lama waktu tenggang yang terjadi setelah penis terpotong, maka semakin sedikit kesempatan operasi penyambungan ini akan berhasil karena adanya kematian jaringan. Lalu apa saja syaratnya seorang pasien yang penisnya terpotong bisa disambung kembali?

"Biasanya dokter akan memeriksa kondisi penis, termasuk potongannya. Dilihat apakah kondisinya baik-baik saja, dilihat juga bagaimana kondisi pembuluh darahnya. Penis itu tidak mempunyai pembuluh darah balik, sehingga alirannya hanya satu arah," imbuh dr Aditya.

Dr Aditya yang kini juga aktif sebagai ahli bedah plastik di Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengungkapkan, jika saat dibawa ke rumah sakit kondisi pembuluh darah penis yang terpotong sudah tidak baik, maka kecil kemungkinan bisa disambung kembali.

Selain teknik penyambungan ini, ahli bedah di Thailand mengatakan sekarang ini memungkinkan untuk membuat pengganti penis dari arteri dan kulit yang diambil dari bagian lain tubuh yang disebut juga rekonstruksi penis.

Operasi rekonstruksi ini dilakukan dengan cara mengambil kulit dari bagian tubuh lain, misalnya paha. Walaupun begitu, tindakan ini dilakukan tujuannya sebatas mengembalikan bentuk penis dan belum bisa mengembalikan fungsinya 100 persen.

(/gah)


Berita Terkait