DetikNews
Rabu 15 Mei 2013, 14:05 WIB

Kasus Hilangnya Tali Pusar, Kemenkes Tak Tahu Detail Izin PT Krista

- detikNews
Kasus Hilangnya Tali Pusar, Kemenkes Tak Tahu Detail Izin PT Krista Julita (rini/detikcom)
Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali menggelar sidang hilangnya tali pusar yang dititipkan di bank Stemcord LTD Singapura. Pihak Stemcord sendiri membantah menghilangkan tali pusar titipan Julita.

Sidang kali ini memperdengarkan kesaksian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai pemberi rekomendasi kepada PT Krista Medika untuk menjadi agen Stemcord di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (15\/5\/2013), sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Kasianus dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahmi mendengarkan keterangan Kasubdit Bina Penapisan Teknologi Direktorat Bina Pelayanan Medis Spesialistik, Dirjen Bina Pelayanan Medik Kemenkes, Anwaril Amin.

Ketika ditanyakan perihal pengeluaran surat rekomendasi terkait legalitas PT Krista Medika, Anwaril lebih banyak tidak mengetahui proses surat tersebut. Selain itu, Kemenkes juga belum pernah mengunjungi PT Krista Medika. Surat rekomendasi yang dimaksud adalah penunjukkan jasa penyimpanan tali pusar.

Tidak banyak yang bisa terungkap dari keterangan pihak Kemenkes. \\\"Persidangan ditunda minggu depan, Rabu 22 Mei dengan agenda keterangan dua saksi dari pihak JPU untuk memberatkan para terdakwa,\\\" kata Kanisius.

Kasus ini bermula saat Julita menyimpan tali pusar anak ketiganya pada 10 Agustus 2006. Dia mengeluarkan kocek sebesar SGD 2 ribu dan harus membayar iuran SGD 267 per tahun.

Pada 2010 saat dirinya hendak mengambil tali pusar tersebut, benda titipannya hilang entah ke mana dan dituding tidak pernah melakukan pembayaran atau iuran tahunan.

Bank tali pusar adalah investasi kesehatan masa depan karena darah tali pusar mengandung sel induk yang dapat membantu perbaikan jaringan tubuh yang rusak. Dalam dunia kedokteran, sel induk atau sel punca digunakan untuk mengisi tubuh setelah pengobatan kanker.

Duduk sebagai terdakwa Komisaris PT Krista Medika Yuri Puji Listiyani dan Dewan Komisaris PT Krista Medika dr RR R Nani Permadhi Kolopaking. Kedua terdakwa dijerat pasal penipuan sesuai Pasal 378 dan 372 KUHP.

\\\"Jadi apa yang disampaikan Ibu Julita itu tidak nyata karena tali pusar anaknya masih ada dan tidak rusak. Mana yang ditipu?\\\" kata kuasa hukum PT Krista Medika, Okky Dwi Kurnianto.




(vid/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed