Terendam Banjir Sebulan Lebih, Warga Kukar Mulai Terserang ISPA

Terendam Banjir Sebulan Lebih, Warga Kukar Mulai Terserang ISPA

Robert - detikNews
Selasa, 14 Mei 2013 22:26 WIB
Terendam Banjir Sebulan Lebih, Warga Kukar Mulai Terserang ISPA
Ilustrasi
Samarinda - Ribuan rumah di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur sudah terendam banjir lebih dari sebulan. Ketinggian air terus meningkat. Bahkan warga saat ini mulai terserang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

"Sekarang banjirnya hampir 3 meter karena di daerah hulu Sungai Mahakam, di Melak (Kabupaten Kutai Barat), juga sedang banjir," kata warga Muara Kaman, Juwarsa, kepada detikcom, Selasa (14/5/2013).

Juwarsa menyebutkan hingga saat ini, Muara Kaman terus dilanda hujan deras yang berlangsung setiap hari, terutama di malam hari. Hujan itu membuat warga resah lantaran banjir diperkirakan tidak akan surut dalam waktu dekat.

"Iya, di sini sering hujan deras setiap malam. Kami di sini sudah ada yang terserang demam dan batuk-batuk," ujarnya.

Warga Muara Kaman lainnya, Muhammad Alaydrus, menyebutkan banjir kali ini merupakan banjir terparah dalam kurun waktu 6 tahun terakhir.

"Banjir sebelumnya tahun 1997, itu sampai 3 bulan kita kebanjiran karena luapan Sungai Mahakam. Waktu itu banjir sampai hampir 5 meter. Nah sekarang ini, kemungkinan banjir tahun 1997 itu terulang lagi," terang Alaydrus.

Meski begitu, Alaydrus menuturkan meski saat ini ketinggian air hampir 3 meter, namun sebagian besar warga tetap memilih bertahan berada di dalam rumah untuk menjaga rumah dan barang-barang mereka masing-masing.

"Iya, warga di sini banyak yang di dalam rumah saja karena di dalam rumah, dibuat bertingkat-tingkat. Jadi di dalam rumah, tidur di papan-papan yang disusun bertingkat di dalam rumah," ungkapnya.

Seperti diketahui, tercatat 1.880 rumah yang dihuni 3.115 KK atau sekitar 11.824 jiwa yang tersebar di 12 desa di Muara Kaman masih terendam banjir. Pemkab Kukar melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Darmansyah, merilis jumlah pengungsi masih berada di 2 titik pengungsian seperti di Tabalai sebanyak 19 KK atau sekitar 85 jiwa serta di Benua Lawas sebanyak 6 KK yang terdiri dari 24 jiwa.

(rmd/rmd)


Berita Terkait