Aksi penggembokan sudah dilakukan para pekerja sejak 3 hari lalu. Pekerja yang melakukan aksi protes terdiri dari petugas keamanan, kebersihan dan teknisi gedung. Gaji yang belum dibayarkan pihak pengelola adalah untuk bulan Mei 2013. Akibat penggembokan itu, aktifitas warga rusun menjadi terganggu.
"Saya dan suami saya enggak bisa kerja, anak juga enggak bisa sekolah," kata Mumuh, salah seorang penghuni rusun, Selasa (14/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Minggu memang gerbangnya digembok, tapi kami masih bisa keluar dari pintu kecil di samping. Hari ini, pintu kecilnya juga dikunci," kata Mumuh.
Lain halnya dengan Lola (30). Dia mengaku tidak ingin menyalahkan pekerja rusun. Lola belum lama menempati rusun sejak di relokasi dari Guntur. Lola juga mengaku tidak merasa tersekap karena masih bisa melakukan aktifitas.
"Mereka kan cuma menuntut hak. Lagi pula, mereka juga punya anak-anak. Ya, kami mengertilah, sesama orang kecil," tutur Lola.
"Bukan disekap, memangnya kami sandera? Ya, cuma digembok saja gerbangnya," katanya.
Sementara itu Wakapolsek Cakung, AKP Supadman mendapatkan informasi ada penyekapan di rusun langsung mendatangi lokasi.
"Gara-garanya para pekerja terlambat mendapatkan gaji yang harusnya diberi empat hari lalu, karena tidak dapat bayaran, pekerja menggembok pintu utama, tetapi para penghuni masih bisa keluar masuk lewat pintu pejalan kaki," kata Supadman.
"Setelah dinegoisasi, pihak managemen siap membayarkan gaji pekerja, dan tadi kita tunggu sekitar 4 jam gajinya sudah dibayar, kemudian pintu akses utama sudah dibuka," tandasnya.
(edo/rmd)











































