"Garuda Indonesa dan Saudi Arabian Airlines dipandang mampu dan memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai pelaksana angkutan udara jamaah haji Indonesia," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji, Anggito Abimanyu di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2013).
Garuda Indonesia akan menangani 10 embarkasi dengan total jumlah penumpang diperkirakan 112.688 calon jamaah haji. Saudi Arabian Airlines akan mengangkut penumpang dari 3 kloter dengan perkiraan penumpang 83.726.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu, Anggito menyebut hampir 60 persen biaya haji dihabiskan untuk pembiayaan perjalanan haji. Pada tahun ini, biaya perjalanan tersebut turun 2 persen.
"Khusus untuk embarkasi besar seperti Jakarta dan Surabaya turun tiga persen," ucapnya.
Di samping penurunan tarif, Kemenag juga telah melakukan peningkatan pelayanan penerbangan seperti mengurangi proses transit di Jeddah dan meminta tambahan slot kepulangan melalui Bandara Madinah.
"Kita juga meningkatkan awak kabin WNI lokal sesuai dengan daerah embarkasi," terangnya.
Kemenag juga saat ini tengah melakukan kajian pengadaan pesawat haji dan hasilnya akan keluar pada satu bulan ke depan.
"Rencana pengadaan pesawat tersebut merupakan langkah terobosan yang signifikan dalam menurunkan biaya penyelenggaraan ibadah haji," kata Anggito.
(tfq/mok)











































