Tarif Fleksibel, Kiat PT KAI Bersaing dengan Angkutan Udara
Kamis, 14 Okt 2004 17:02 WIB
Jakarta - Jangan kaget kalau mau beli tiket Kereta Api (KA) Eksekutif dan menemukan tarifnya berbeda-beda untuk tiap tanggal keberangkatan. Bahkan tarif pada hari yang sama pun dibedakan antara keberangkatan siang dan malam.Menurut Kasi Eksternal Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Zainal Abidin, sudah cukup lama diterapkan tarif bawah dan tarif atas untuk kelas eksekutif. Ini disertai perpanjangan masa pemesanan tiket dari seminggu menjadi 30 hari sebelum hari keberangkatan. "Ini untuk memudahkan konsumen mengatur jadwal perjalanannya. Konsumen juga bisa memilih akan berangkat saat tiketnya murah atau mahal. Pembelian juga online. Kalau di Jakarta konsumen bisa memesan tiket di Gambir, Juanda, atau lainnya," kata Zainal.Zainal, yang dihubungi detikcom melalui telepon selulernya, Kamis (14/10/204) sore, menyatakan strategi ini dipakai PT KAI untuk mencari keuntungan. Sebab kalau memakai tarif tetap PT KAI akan rugi. "Ini juga strategi untuk bersaing dengan angkutan lain seperti pesawat udara."Menurut Zainal, untuk tarif bisnis dan eksekutif PT KAI memang menetapkan sendiri. Ini berbeda dengan tarif kelas ekonomi yang ditetapkan pemerintah. "Kalau ramai kita pakai batas atas. Saat sepi, banyak supply tapi sepi demand, kita ambil batas bawah supaya bisa menarik konsumen."Dicontohkan, tarif pada hari Jumat ditetapkan lebih tinggi untuk keberangkatan dari Jakarta ke Surabaya karena banyak warga masyarakat yang ingin pulang ke Surabaya. Sebaliknya pada arus balik, hari Minggu, tarif dari Surabaya yang lebih mahal. Penetapan tarif seperti ini, jelas Zainal, juga diberlakukan pra dan pasca lebaran. Pra lebaran, arus mudik, tarif ke arah Timur lebih mahal dari tarif ke arah Jakarta. Sebaliknya pasca lebaran tarif arus balik, ke arah Jakarta, yang lebih tinggi.Menurut situs PT KAI, tarif fleksibel untuk KA Eksekutif ini diberlakukan mulai 17 Maret 2004. Tarif yang berlaku pulang pergi (PP) ini diterapkan untuk KA Argo Bromo Anggrek, KA Sembrani, KA Gumarang, Argo Muria, KA Kamandanu, KA Argo Lawu, KA Argo Dwipangga, KA Taksaka, dan KA Bima.Disebutkan, penetapan kebijakan tarif untuk KA Eksekutif tersebut diatas didasarkan pada kekuatan pasar masing-masing KA dan asal stasiun pemberangkatan KA, sehingga dapat terjadi setiap hari jenis/nama/relasi KA yang sama berbeda besaran tarifnya.Mau tahu tarif termahal menjelang lebaran? Itu adalah tarif KA Argo Bromo Anggrek jusuran Gambir-Pasar Turi untuk tanggal 11 sampai 13 November sebesar Rp 300.000. Sebelumnya, pada 1-3 November Rp 160.000, 4 November Rp 190.000, 5-7 November Rp 230.000, 8-10 November Rp 270.000. Sementara sesudahnya, 14-17 November Rp 250.000, 18-21 November Rp 270.000, 22-25 November Rp 190.000, 26-28 November Rp 200.000, 29-30 November Rp 160.000. Jadi, mau pulang pada saat tarif tinggi atau rendah? Rencanakan sejak sekarang. Tapi jangan kira tarif tinggi berarti kesempatan mendapat kursi juga tinggi. Tiket untuk tanggal 12 November, misalnya, sudah habis.
(gtp/)











































