Bantah Disuap Adrian, Brigjen Pol Ismoko Siap Diperiksa

Bantah Disuap Adrian, Brigjen Pol Ismoko Siap Diperiksa

- detikNews
Kamis, 14 Okt 2004 16:50 WIB
Jakarta - Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Samuel Ismoko membantah telah menerima suap dari pembobol BNI Adrian Herling Waworuntu yang kini buron sebesar Rp 180 juta. Ismoko siap diperiksa."Seperti yang anda tahu, muncul rumor yang memojokkan saya secara pribadi bahwa saya menerima sejumlah uang. Memang benar, pada bulan Desember ada sidang di Bangkok. Saya ikut ke sana sebagai salah satu anggota delegasi. Tetapi kalau dikaitkan saya menerima uang Rp 180 juta, saya jadi bertanya uang darimana," ungkap Brigjen Pol. Samuel Ismoko dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (14/10/2004).Dalam acara itu, Samuel Ismoko didampingi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman."Kalau Rudi Sutopo memberikan informasi, saya menerima uang apa dia melihat, dalam kaitan apa, apa mungkin. Kan saya sudah dibekali uang dinas. Jadi saya bertanya itu sumber darimana sehingga disebut nama lengkap saya bahkan disebut tanggal dan sebagainya. Itu yang saya pertanyakan masa saya harus mengorbankan pengabdian dengan uang yang segitu," lanjutnya.Ismoko menegaskan dirinya tidak menerima suap dan tidak akan melakukan hal tersebut. "Jadi kalau mau menyampaikan sesuatu, klarifikasikan dulu kepada saya. Anda juga harus menghargai kepentingan saya dan keluarga. Koreksinya, saya tidak melakukan dan tidak akan melakukan hal itu," kata Ismoko.Lebih lanjut, Ismoko mengatakan dirinya siap bertanggung jawab dan mengikuti proses penyidikan untuk memberikan keterangan sejelas-jelasnya.Tak DiistimewakanDalam kesempatan itu, Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Samuel Ismoko menegaskan pihaknya tidak memberikan fasilitas khusus bagi terdakwa pembobol BNI."Memang mengenai masalah fasilitas dalam proses pemeriksaan merupakan strategi agar mereka tidak bersama dengan tersangka lainnya. Jadi untuk mendapat informasi maka kita pisahkan. Tetapi tidak ada fasilitas khusus hanya kantor saja yang kebetulan ber-AC," ujar Ismoko.Ismoko mengatakan kepolisian telah memiliki bukti cukup dan sudah menelusuri beberapa aliran dana dari grup yang terkait yaitu Gramarido, Petindo dan Mahesa.Menurut dia, Adrian tidak terlibat langsung dalam kasus BNI. "Dia terlibat saat menandatangani jaminan bila LC yang dikeluarkan BNI jebol yang diminta Maria Pauline Lumowa. Keterlibatannya tidak terlihat nyata tetapi dia bisa merupakan mastermind pembobolan BNI dan sampai pembuktian terakhir sebelum P 21, kita dapat petunjuk mengajukan Adrian dengan UU korupsi dan pencucian uang," papar Ismoko."Adrian memang tidak terlibat langsung dalam kasus LC. Tetapi bertanggung jawab dan salah satu orang yang punya ide atau motor penggerak untuk melakukan pemalsuan," demikian Ismoko. (aan/)



Berita Terkait