Ancaman Bom, Pesawat dari Hong Kong Terpaksa Dialihkan
Kamis, 14 Okt 2004 16:58 WIB
Jakarta - Ancaman bom memaksa sebuah pesawat komersil yang bertolak dari Hong Kong menuju bandar udara Heathrow, London dialihkan ke bandara lain di kerajaan Inggris itu. Pendaratan pesawat Virgin Atlantic di bandara Stansted setelah menerima ancaman bom lewat telepon itu merupakan "langkah pencegahan".Demikian disampaikan seorang juru bicara Virgin di London seperti diberitakan AFP, Kamis (14/10/2004). Pesawat Virgin Flight VF201 mendarat di Stansted pada Kamis pukul 05.30 waktu setempat.Pesawat tersebut mengangkut 214 penumpang dan 18 kru. Begitu mendarat, aparat polisi langsung melakukan penggeledahan ke dalam pesawat. "Pesawat dan penumpang saat ini tengah menjalani pemeriksaan keamanan penuh oleh otoritas berwenang," ujar juru bicara tersebut.Pesawat sengaja dialihkan ke Stansted karena bandara yang terletak di Essex itu jauh dari kawasan pemukiman. Tidak seperti bandara Heathrow yang dekat dengan pemukiman di pinggiran sebelah barat London.Sebelum insiden ancaman bom ini, sejumlah insiden serupa telah terjadi di Inggris yang menyebabkan pesawat-pesawat komersil dialihkan ke bandara lain. Namun kemudian terbukti bahwa ancaman-ancaman tersebut hanya gertakan belaka.Dua penerbangan dari Athena, Yunani ke New York, AS dan penerbangan dari Berlin, Jerman ke London, masing-masing dialihkan pada 26, 28 dan 30 September setelah menerima ancaman bom. Pada kasus-kasus itu, pesawat tersebut digeledah dan tidak ditemukan adanya bom.Sepuluh hari lalu, pesawat Singapore Airlines Boeing 747 yang terbang antara Frankfurt, Jerman dan New York dialihkan ke Manchester, di utara Inggris, menyusul adanya ancaman ledakan bom. Pesawat itu juga digeledah dan kemudian dinyatakan aman.
(ita/)











































