Teten Yakin Adrian Sogok Polisi
Kamis, 14 Okt 2004 15:03 WIB
Jakarta - Koordinator ICW Teten Masduki yakin buron kasus pembobolan melalui L/C fiktif BNI Cabang Kebayoran Baru Rp 1,7 triliun Adrian Herling Waworuntu memang menyuap polisi. Karena menyuap polisi itulah Adrian bisa kabur. "Adrian ini kan orang lama dan mempunyai track record yang buruk. Tapi tak pernah bisa dijerat hukum. Ini berarti Adrian punya relasi sangat kuat dengan aparat penegak hukum maupun pejabat bank. Kenapa Adrian bisa lolos? Itu karena memang Adrian menyogok polisi," kata Teten.Hal itu disampaikan Teten usai diskusi "Perubahan Pola dan Kesinambungan Korupsi dari Orba ke Orde Reformasi" di The Habibie Center, Jakarta, Kamis (15/10/2004). Teten lebih jauh menilai upaya polisi menggelar sayembara Rp 1 miliar bagi yang menemukan Adrian merupakan tindakan sia-sia. Tindakan itu tidak akan membantu penangkapan buron pembobol BNI tersebut. "Sayembara Rp 1 miliar ini saya kira justru kelucuan. Saya pikir langkah yang dilakukan polisi ini adalah lebih ke arah pencitraan. Ini untuk menunjukkan polisi serius dalam menangani kasus ini. Menurut saya tidak akan berhasil karena memang polisi tidak serius," kata Teten. Teten bisa memaklumi bila sayembara digelar untuk membantu menangkap teroris. Namun untuk kasus Adrian, polisi seharusnya bisa mengantisipasi dengan melakukan penahanan. "Itu yang tak dilakukan polisi dan lucunya percaya saja dengan surat dokter kalau Adrian sakit," katanya.
(iy/)











































