Korban mengaku terpaksa merekayasa penculikan itu untuk mendapat belas kasihan warga karena dirinya terus didesak warga supaya mengembalikan dana cetak sawah baru di desanya tersebut. Sementara istrinya Rozana (44) tidak mengetahui penculikan itu merupakan rekayasa dari suaminya sendiri.
Menghadapi permasalahan tersebut, Syarifuddin mendapatkan ide dari rekan satu kelompok tani, Afifuddin (30). Dari ide itulah dia berharap warga bersimpati pada dirinya yang diculik.
"Makanya Jumat malam tadi saya langsung pulang sebagai korban dan paginya saya langsung dijemput polisi ke polres untuk menjelaskan kejadian sebenarnya,β paparnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Supriadi mengatakan, setelah mendapat laporan kasus penculikan itu, polisi langsung terjun ke lokasi. Namun, di lapangan polisi menemukan adanya kejanggalan dalam kasus yang menimpa Syarifuddin.
βSaat kita lakukan penyelidikan, polisi menemukan ada kejanggalan dalam kasus itu dan kecurigaan polisi benar adanya rekayasa. Kita juga akan memanggil warga yang terlibat dalam kasus penculikan rekayasa itu untuk kita minta keterangan," kata Supriadi.
Seperti diberitaklan sebelumnya, seorang satpam Provit PT.Kertas Kraft Aceh (KKA) Syarifuddin mengaku diculik oleh sejumlah pria bersenjata api laras panjang di rumahnya di Kabupaten Aceh Utara, Aceh sekitar pukul 05.00 WIB, Sabtu (11/5). Kepada polisi, Syariffudin mengaku pelaku penculikan juga berhasil membawa kabur uang tunai miliknya senilai Rp 19 Juta.
(ahy/ahy)











































