Dugaan Suap, Polri akan Periksa Brigjen Pol Samuel Ismoko

Dugaan Suap, Polri akan Periksa Brigjen Pol Samuel Ismoko

- detikNews
Kamis, 14 Okt 2004 14:25 WIB
Jakarta - Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan secepatnya terhadap Direktur II Ekonomi dan Khusus (Direksus) Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Brigjen Pol Samuel Ismoko yang disebut mendapat suap Rp 180 juta dari tersangka kasus pembobolan melalui L/C fiktif BNI Cabang Kebayoran Baru Rp 1,7 triliun yang kini buron Adrian Herling Waworuntu."Pemeriksaan kepada Ismoko akan dilakukan secepatnya setelah polisi mendapatkan informasi secara menyeluruh dan langsung dari Rudy," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman di kantornya jalan Trunojo Jakarta Selatan, Kamis (14/10/2004).Menurut pengakuan tersangka lainnya Rudy Sutopo kepada Media Indonesia yang dilansir 14 Oktober 2004, Adrian memberikan uang sogokan kepada Ismoko sekitar Rp 180 juta pada Januari 2004. Di jajaran perwira menengah (pamen) dan perwira pertama (pama) juga ada yang disuap dengan nilai bervariasi, termasuk juru ketik.Mengenai informasi Adrian juga memberikan sejumlah peralatan seperti AC, TV, dan perbaikan Gedung Bareskrim, Paiman menampiknya. "Polri sudah memiliki dana untuk pemeliharaan dan perbaikan gedung. Tapi kita akan melakukan cross check keterangan dari Rudy," ujarnya.Apakah diperlukan audit kepada para penyidik terkait tuduhan suap? "Itu sudah teknis. Saya belum bisa menjawab hal itu. Tahap demi tahap akan kita lalui," elak Paiman.Sejauh ini, lanjut dia, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri sudah memeriksa 4 penyidik di tingkat pamen dan pama. Rencananya hari ini akan diperiksa 3 orang lainnya."Hingga kini belum disimpulkan apakah memang ada penyelewengan jabatan ataupun suap yang diduga dilakukan para penyidik tersebut," tukas Paiman.Kepala Divisi Propam Mabes Polri Irjen Pol Supriyadi yang mendampingi Paiman menambahkan, pemeriksaan terhadap Ismoko sudah dijadwalkan. Namun kapan pastinya, dia mengaku hal itu sangat teknis. "Saya tidak ingat. Tapi Ismoko sudah dijadwalkan untuk diperiksa," katanya. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads