Ungkap Adrian Sogok Penyidik, Rudy akan Dimintai Keterangan
Kamis, 14 Okt 2004 14:05 WIB
Jakarta -
Mabes Polri akan meminta keterangan terhadap tersangka kasus pembobolan melalui L/C fiktif BNI Cabang Kebayoran Baru Rp 1,7 triliun Rudy Sutopo. Dia diharapkan dapat memberikan kesaksian yang mengungkapkan kalau tersangka lainnya yang kini buron Adrian Herling Waworuntu menyuap penyidik Mabes Polri.Menurut pengakuan Rudy kepada Media Indonesia yang dilansir 14 Oktober 2004, Adrian memberikan uang sogokan kepada Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Samuel Ismoko sekitar Rp 180 juta pada Januari 2004. Di jajaran perwira menengah (pamen) dan perwira pertama (pama) juga ada yang disuap dengan nilai bervariasi, termasuk juru ketik."Kaitannya dengan pemberitaan di Media Indonesi, pada dasarnya kita sangat, sangat menerima dengan senang hati. Kita akan konsisten. Untuk itu kita sangat mengharapkan Rudy mau menjelaskan kepada kita mengenai kebenarannya itu. Karena kita tentu ingin melihat sampai sejauh mana."Demikian kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman di kantornya jalan Trunojo Jakarta Selatan, Kamis (14/10/2004).Menurut dia, dalam waktu dekat, Mabes Polri akan berusaha untuk mendapatkan keterangan Rudy yang kini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Polri menjamin keamanan Rudy akan dijaga, sehingga Rudy tidak perlu takut dan ragu untuk menjelaskan apa yang diketahuinya itu."Akan secepat mungkin kita akan persiapkan sekarang. Yang jelas kita akan minta kepada yang bersangkutan mau menjelaskan ini secara detil dan trasnparan. Kita akan jamin masalah keamanan. Dia tidak usah ragu-ragu untuk menjelaskan ini kepada polisi," kata Paiman.Seperti diberitakan Media Indonesia, Adrian diduga pernah memberikan uang sogokan US$ 20 ribu atau Rp 180 juta dengan kurs Rp 9.000 kepada Ismoko. Dana tersebut diberikan Adrian sebagai uang saku Ismoko yang hendak berangkat ke Bangkok, Thailand dalam rangka dinas pada awal Januari 2004.Pada 30 Desember 2003, kata Rudy, Adrian meminjam dana US$ 20 ribu dari dirinya untuk menutupi kekurangan dana yang akan diberikan kepada Ismoko. Berarti, yang diberikan Adrian kepada Ismoko lebih dari US$ 20 ribu.Setelah Rudy menyerahkan uang, Adrian bersama seorang bernama Isac mengantarkannya kepada Ismoko. Rudy mengaku melihat sendiri Adrian dan Isac masuk ke ruangan Ismoko sambil membawa uang dalam amplop dan ketika keluar sudah dengan tangan kosong.Tersangka lain yang tidak disebutkan namanya mengatakan, semua penyidik di lingkungan Ekonomi Khusus diduga pernah memperoleh bonus dari Adrian pada akhir Desember 2003. Jumlahnya hampir Rp 1 miliar dengan uang pecahan seratus ribu.Menurut dia, jumlahnya tergantung pangkat dan jabatan penyidik. Itu belum termasuk pimpinan Ekonomi Khusus dan Bareskrim. Ada yang Rp 25 juta dan ada yang Rp 50 juta. Bahkan tukang ketik pun mendapat bagian.Mantan Kepala BNI Cabang Kebayoran Baru A Nirwan Ali mengatakan, sewaktu dia ditahan bersama Adrian di Mabes Polri, penyidik mendapat berkah luar biasa.Ruang kantor Bareskrim direnovasi, makanan dan buah-buahan segar selalu tersedia secara prasmanan tiga kali sehari di ruang tahanan. Siapa pun boleh menyantapnya. Sedangkan untuk para penyidik disediakan katering khusus yang disiapkan dalam kotak.Atas jasa Adrian pula, semua AC di ruang Ekonomi Khusus di lantai tiga Gedung Bareskrim diganti baru. Televisinya juga diganti dengan jenis plasma flat 29 inci yang dilengkapi saluran kabel Indovision.Ruang jaga tahanan dipasangi televisi, AC, kulkas dan kasur baru. Petugas cleaning service didatangkan Adrian dari perusahaannya. Penampilan para penyidik semakin bergaya dengan jam tangan mahal dan telepon seluler keluaran terbaru. Ada juga penyidik yang menggunakan uang pemberian Adrian untuk menunaikan ibadah haji.Pada bulan pertama berada dalam tahanan Mabes Polri, Adrian tidak pernah berada di ruangannya. Adrian selalu berada di lantai tiga Gedung Bareskrim. Baru pada pertengahan Desember 2003, Adrian mulai menghuni ruang tahanan. Adrian dapat keluar masuk tahanan seperti layaknya rumah sendiri. Kamar tahanan hanya digunakan Adrian untuk tidur di malam hari.
(sss/)










































