"Lebih dari 60 persen kotak dan bilik suara masih bagus dan bisa dipakai," kata Sekjen KPU Arif Rahman Hakim di kantornya Jalan Imam Bonjol, Jakpus Jumat (10/5/2013).
Menurutnya, memang masih perlu pendataan jumlah kebutuhan antara yang tersedia dari Pemilu sebelumnya dengan yang dibutuhkan dalam Pemilu mendatang di tiap TPSnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif menuturkan, sejauh ini KPU sudah bisa menghitung kebutuhan itu sudah sekitar 90 persen dipersiapkan. Termasuk soal TPS, surat suara dan pengadaan logistik lainnya.
"Untuk jumlah TPS sekitar 530 ribu. Asumsinya 500 warga maksimum per TPS, angka pastinya setelah ditetapkan DPT," ucapnya.
"(Surat suara) banyak yang harus kita siapkan, soalnya lembarnya beda-beda. Di kabupaten kota ada 2.150 dapil, DPRD Provinsi 259 dapil dan DPR RI 77 dapil. Dengan tingkat akurasi yang presisi bener, nama orang nggak boleh salah," lanjut Arif.
Lebih jauh, Arif juga menyatakan bahwa dalam perencanaan pengadaan logsitik itu KPU juga melibatkan Bawaslu untuk ikut memantau proses pengadaan. Sementara terkait pelibatan pihak lain dalam pengadaan, masih dipertimbangkan.
"Kita ukur dulu tenaga kita. Kalau nggak cukup kita minta bantuan ke BPKP (Badan Pengawas keuangan dan pembangunan," ucap Arif.
(/)










































