"Saya lupa, dia pria, orang PKS," kata Rantala usai menjalani pemeriksaan di Kantor KPK Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (10/5/2013).
Rantala yang diperiksa selama tiga jam oleh penyidik ini mengatakan, si orang PKS tersebut meminta KTP Rantala ketika keduanya tengah berada di DPP PKS. Namun dia tidak mau menjelaskan lebih jauh mengenai alasan mengapa dia mau memberikan begitu saja KTP-nya pada seorang yang tidak dia kenal dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama empat mobil lain, mobil Navara tersebut kini masih berada di kantor DPP PKS. Penyidik KPK sudah dua kali mencoba mengangkut lima mobil tersebut, namun selalu dihalang-halangi oleh petugas keamanan markas PKS. Pihak PKS menyebut KPK tidak membawa surat untuk mengangkut mobil tersebut.
(fjp/lh)











































