Bila dicermati, sejumlah terduga teroris yang ditangkap ini menjalani kegiatan sehari-hari seperti kebanyakan orang lainnya. Bahkan untuk mengisi waktunya mereka juga sempat berjualan.
Lalu siapa saja teroris atau terduga teroris yang rumah atau kontrakannya dijadikan tempat berbisnis? Berikut datanya seperti dihimpun detikcom, Jumat (10/5/2013):
1. Teroris Bangka Jualan Air Isi Ulang
|
Kontrakan terduga teroris di Jl Bangka
|
Dari kontrakan yang ada di Jalan Bangka II F, Mampang, Jaksel, tim Densus menyita bom rakitan dan rangkaian kabel. Warga sekitar mengaku tak tahu siapa nama 2 orang yang tinggal bersama 1 wanita dan anak kecil di kontrakan tersebut.
Namun diketahui bahwa, terduga teroris yang baru 3 minggu menghuni kontrakan itu, meneruskan usaha kios isi ulang air minum yang diberi nama 'Rasya Water'.
2. M Thorik Penjual Voucher Pulsa
|
Rumah terdakwa teroris M Thorik
|
Warga mengenal Thorik sebagai penjual voucher pulsa. Tembok rumahnya pun dicat dengan warna dan nama operator seluler.
Thorik menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 18 Maret 2013. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Thorik dengan dua pasal berlapis tentang terorisme dengan ancaman hukuman 15 tahun bui.
3. Terduga Teroris Beji Depok Penjual Bubur
|
Rumah terduga teroris Beji Depok, Anwar
|
Dalam surat dakwaan, jaksa Iwan Setiawan menyebutkan jika Agus merupakan 'pengantin' yang merencanakan pengeboman di beberapa tempat, seperti Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Istana Negara, DPR, dan Mapolres Jakarta Pusat. Sementara Yusuf berperan sebagai pengajar Agus dalam meracik bom.
Disebutkan juga keduanya bersama pelaku lainnya melakukan rencana teror dengan meracik bom di sebuah kontrakan yang dikamuflasekan sebagai Yayasan Yatim Piatu di RT 04/13, Beji, Depok, Jawa Barat pada 8 September 2012 lalu.
Lokasi peracikan bom lainnya berada di kontrakan Anwar di Bojong Gede. Anwar yang meninggal dunia merupakan pimpinan teroris di Beji.
Nah, Yusuf diketahui merupakan penjual bubur. Sama dengan Anwar yang tinggal Bojonggede, Jabar. Tetangganya mengetahui Anwar sebagai penjual bubur ayam dan susu kedelai.
Halaman 2 dari 4











































